Disangka Melakukan Pinjaman Lagi di 2027, Bupati Trenggalek Luruskan Presepsi ini

Indonesiatodays.net Anggapan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan pinjaman lagi untuk gali lubang tutup lobang dalam sidang paripurna DPRD karena masih munculnya nominal pinjaman daerah dalam Rancangan Perda APBD tahun anggaran 2027, diluruskan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Usai mengikuti paripurna DPRD dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi dalam pembahasan Ranperda APBD tahun 2027, Mas Ipin menyebut itu tidak ada.

Munculnya angka pinjaman daerah dalam ranperda itu merupakan nominal pinjaman yang belum terserap di tahun ini. Bupati Trenggalek menegaskan bawasannya eksekutif dan legislatif di Trenggalek telah bersepakat bawasannya pinjaman daerah sebesar Rp. 70 miliar dan angka pinjaman dalam Ranperda APBD 2027 merupakan sisa pinjaman yang tidak terserap. Sisa pinjaman ini nantinya akan digunakan untuk peningkatan sektor pariwisata Kabupaten Trenggalek.

Usai mengikuti sidang paripurna, Bupati Trenggalek itu mengatakan “tanggapannya sudah saya catat, besok hari Jum’at akan saya jawab. Cuma ada beberapa hal mungkin yang tidak paham perlu diluruskan. Pemkab gali lubang tutup lubang, tahun kemarin ambil pinjaman dan tahun depan diproyeksikan ambil pinjaman lagi,” ucapnya Senin (12/10).

Itu tidak ada, imbuh Bupati yang dipercaya menjadi Wakil Ketua APKASI itu menambahkan “jadi kita pembiayaan sesuai yang disepakati bersama bersama DPR. Jadi DPR tahu dan sudah sepakat 70 dan yang tahun depan itu kenapa masih kita tuliskan di APBD, karena yang untuk pariwisata baru bisa dikerjakan besok Januari. Jadi uang yang dipergunakan untuk pariwisata itu baru tahun depan,” imbuhnya.

Dan kenapa kok yang dipinjam untuk pariwisata? Kalau tidak pariwisata, PAD kita nanti dari mana. Karena kita itu PAD selain dari kendaraan bermotor, kemudian pajak tanah dan bangunan, aset yang paling mungkin dimanfaatkan tanpa merasa dibebani itu merupakan sektor pariwisata.

Jadi harapannya nanti kita bisa Cost Recovery untuk biaya pencicilannya dari pendapatan pariwisata. Kemudian kita juga tahu objek-objek yang dulu ramai, sekarang mengalami penurunan pengunjung, itu salah satunya di Pantai Prigi, kemudian Goa Lowo. Itu kemudian yang nanti kita optimalkan dan ada pembenahan.

Kemudian di kawasan perkotaan kita ada perbaikan seperti penanaman kabel, pelebaran pedestarian. Kemudian pembangunan Joging Trac yang membentang di kawasan-kawasan Cafe Pertokoan. Sehingga nanti Cafe, pertokoan dilintasi. Harapannya ini nanti juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. “Pesan saya kepada seluruh pengusaha yang merupakan wajib pajak, mohon bagian dari kontribusinya bisa membayar pajak dengan baik. Begitu juga pembenahan di kawasan Hutan Kota yang nanti bisa diharapkan menjadi daya tarik wisata lainnya,” tandas Bupati Trenggalek itu.

Doding Rahmadi, Ketua DPRD Trenggalek juga membenaekan bawasannya terkait pinjaman daerah yang tertuang dalam Ranperda APBD tahun anggaran 2027 merupakan sisa pinjaman yang belum terserap di tahun 2026. Pihaknya juga menegaskan bawasannya DPRD dan Eksekutif sudah bersepakat bawasannya nominal pinjaman daerah telah disepakati sebesar Rp. 70 miliar.

Dalam kesempatan itu politisi PDIP itu menyampaikan, “hari ini kita melaksanakan Sidang Paripurna dengan agenda Pandangan Umum dari Fraksi-Fraksi. Jadi tadi ada Fraksi-Fraksi yang sudah membacakan pemandangan umummengenai beberapa hal untuk nanti bisa dilakukan tindaklanjut dijawab oleh Pak Bupati, yang agendanya kita jadwalkan hari Jum’at besok” katanya.

Pandangan umum misalnya dari PDI Perjuangan itu tentang Net Zero Carbon dalam rangka bencana kekeringan. Kekeringan ini, programnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tentang Net Zero Carbon perlu ditingkatkan lagi. Ini dianggap salah satu solusi dengan menjaga sumber-sumber air. Dari PKB tentang mandatori standing, kedepan agar lebih presisi tentang belanja.

“Sementara untuk sisa pinjaman yang masuk di tahun 2027 sekitar Rp. 29 atau 39 miliar. Dan ini sudah menjadi keputusan bersama, dari pinjaman Rp. 70 miliar ada yang terserap pada tahun ini dan sisanya akan dilaksanakan di tahun 2027. Mungkin untuk pinjaman secara peritungan tidak sampai Rp. 70 miliar tapi sebesar Rp. 63 miliar atau berapa totalnya. Kemudian untuk pinjaman yang kemarin yang Rp. 250 miliar tahun ini sudah lunas,” jelas Ketua DPRD Trenggalek itu.

Penulis: TgxEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *