Ingin Aktifkan 157 Desa Kreatif di Trenggalek, Novita Hardini Ingin Sentuhan Kreatif Menjadi Motor Penggerak Baru Perekonomian

INDONESIATODAYS.NET Kembali ke Kabupaten Trenggalek di sela-sela kesibukannya menjadi Anggota Komisi VII DPR-RI, Novita Hardini SE., ME., yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek ingin aktifkan 157 Desa Kreatif di Kabupaten ini. Harapannya sentuhan kreatifitas ini bisa menjadi motor penggerak perekonomian di Kabupaten Trenggalek.

Menurutnya cukup banyak talenta muda, anak maupun usia senja di kota ini. Kemudian potensi alam yang mendukung, namun hal ini menurutnya belum terintegrasi secara maksimal. Hal ini menurut Master of Economic UINSATU itu bisa dimaksimalkan lagi.

Ada banyak desa wisata yang luar bisa dan telah digaungkan di kancah nasional dan internasional. Tapi dirasakan belum berdampak maksimal terhadap perekonomian masyarakat sekitar

Bertemu dengan para Kader PKK di Anjungan Cerdas, Bendungan Tugu, Sabtu (31/10), anggota DPR-RI Dapil VII Jatim itu berharap masyarakat desa sekitar desa wisata tidak hanya menjadi penonton saja, melainkan bisa diharapkan menjadi pelopor perubahan. Untuk itu penggiat perempuan dan UMKM ini mendorong lahirnya Desa Kreatif.

Perempuan cantik ini juga berharap ekonomi kreatif bisa masuk sekolah-sekolah m melalui ekstrakurikuler sekolah. Seperti halnya, belajar konten kreator, ekstra masak dan beberapa ekonomi kreatif lainnya, menurut Novita Hardini, hal ini akan memberikan nilai tambah lebih bagi anak untuk bekal ilmu menghadapi tantangan ekonomi nantinya.

Sebagi seorang ibu, Novita juga mengajak para orang tua untuk tidak mudah berprasangka buruk terhadap anak yang suka main game. Bermain game menurut Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek itu tidak melulu berdampak buruk. Menurutnya asalkan diarahkan dengan baik hobi main game ini bisa menghasilkan cuan bagi anak.

“Saya ingin menginisiasi adanya pergerakan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain. Saya melihat Kabupaten Trenggalek ini bukan tidak kekurangan generasi-generasi yang kreatif, tangguh dan hebat. Kita punya banyak sekali talenta itu. Baik di usia muda, usia anak-anak maupun usia senja. Banyak sekali masyarakat Trenggalek itu yang hebat-hebat,” kata Founders UPRINTIS Indonesia itu.

Dengan kehebatan masyarakat Trenggalek dan menjadi talenta Kabupaten Trenggalek, seharusnya bisa mendorong menjadi agregator pertumbuhan ekonomi Kabupaten Trenggalek yang mungkin lebih dari apa yang dilaporkan hari ini.

“Masih ada part kebocoran-kebocoran ekonomi. Baik di bidang sosial, kemudian masih banyak angka kemiskinan dan lapangan pekerjaan yang masih sempit. Dan banyak hal ketika kita membahas desa wisata. Kurang apa desa wisata itu digaungkan ke tingkat nasional, bahkan sampai ke tingkat global,” imbuhnya.

Tapi apakah dengan advertising yang begitu menggelegar di tingkat dunia, berdampak ekonomi yang nyata terhadap masyarakat yang ada disekitarnya. Maka gerakan integrasi satu sama lain ini saya harus lebih galakkan lagi. Agar setiap gerakannya itu berdampak bagi masyarakat sekitar.

Maka tidak cukup hanya sekedar sebut desa wisata. Target saya maka harus ada desa kreatif di 157 desa yang ada di Kabupaten Trenggalek. Dan desa kreatif ini terintegrasi dengan sekolah-sekolah. Baik di tingkat TK, Pra SD, SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi.

Karena pasti kita semua itu hampir tertidur. Profesi itu tidak hanya menjadi PNS, profesi itu bukan hanya menjadi pelaku UMKM. Banyak sekali profesi-profesi, seperti sebagai konten kreator, sebagai koki. Banyaklah profesi-profesi yang bisa menghidupi perekonomian keluarga di tengah ekonomi yang sulit ini. “Harapan satu-satunya saya sentuhan kreatif ini menjadi The New Enggine Economic World. Modalnya sudah ada, talenta orangnya sudah ada dan alamnya sudah ada. Tinggal digerakkan ini untuk roda yang kita sebut ini ekonomi kreatif,” tandasnya. ( TGX,har))

Penulis: HrEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *