Indonesiatodays.net Di balik tembok hijau Mapolres Trenggalek, denyar takbir Iduladha 1447 H sudah terasa sejak pagi. Selasa (26/5/2026), puluhan hewan kurban bersiap disalurkan, bukan sekadar daging, melainkan utas kasih antara aparat dan warga.
Halaman Masjid Baitul Muttaqin di kompleks polres berubah menjadi panggung kebersamaan. Sebanyak tiga ekor sapi dan 33 ekor kambing dikumpulkan hasil kumpul dari keluarga besar Polres Trenggalek. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kepedulian yang dibungkus ritual tahunan.
Kapolres AKBP Ridwan Maliki, dengan nada teduh, menekankan bahwa Iduladha lebih dari sekadar menyembelih hewan. “Ini pengingat tentang keikhlasan memberikan yang terbaik,” ujarnya. Ia merujuk pada keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail simbol pengabdian total yang kemudian diterjemahkan dalam aksi nyata berbagi kepada masyarakat.
Seluruh hewan kurban akan menyebar ke berbagai penjuru Kabupaten Trenggalek. Pondok pesantren, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga warga biasa yang membutuhkan menjadi prioritas penerima. Satu ekor sisa sapi dan dua kambing akan disembelih persis usai Salat Iduladha di lingkungan mapolres, lalu dagingnya langsung meluncur ke tangan warga sekitar.
Bagi Kapolres, ini bukan sekadar aksi sosial. Ada pesan strategis: sinergi polisi dan rakyat adalah kunci keamanan yang kondusif. “Kamtibmas aman tumbuh dari silaturahmi yang hangat,” tegasnya.
Apresiasi hangat datang dari Ketua MUI Kabupaten Trenggalek, KH Syafi’i. Ia menyebut kegiatan ini sebagai “ibadah sosial” yang mempertemukan institusi kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat dalam satu tali ukhuwah. “Semoga hewan kurban ini membawa manfaat dan keberkahan bagi yang menerima,” pintanya.
Di tengah hiruk-pikuk tugas pengamanan, Polres Trenggalek memilih jalur lain: berbagi dengan tenang, tapi menggetarkan. Sebab, kurban bukan sekadar daging, melainkan ruh pengorbanan yang terus berdegup di tiap hati yang menerimanya.(hr)












