Cabup Trenggalek Sepi Peminat, Cawabup Menjadi Rebutan

TRENGGALEK, Indonesiatodays.net – Pilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 tinggal beberapa bulan, namun hingga saat ini untuk kabupaten Trenggalek belum ada satupun tokoh atau kader partai yang berani mendeklarasikan diri untuk maju bertarung melawan Bupati petahana.

Berbanding terbalik dengan kursi Wakil Bupati Trenggalek tampaknya justru menjadi rebutan para politisi dan tokoh. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 5 hingga 7 orang telah menyatakan diri ingin mendampingi Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek petahana, pada Pilkada 2024. Ungkap Doding Rahmadi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek.

Sementara sejauh ini sinyal keberlanjutan duet Arifin dan Syah petahana juga belum ada kepastian.

“Sampai saat ini sudah ada banyak tokoh yang ingin menjadi wabup. Ada sekitar 5 sampai 7 orang yang ingin mendampingi incumbent maju Pilkada,” kata Doding.

Doding menjelaskan, Sesuai perolehan suara, PDI Perjuangan bisa mengusung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati sendiri pada Pilkada 2024, karena PDI memperoleh 13 kursi sedang sarat bisa mencalonkan 9 kursi.

“PDI lebih dari pada cukup, sedang untuk Partai yang lain mungkin ada yang perlu koalisi. Jadi ketika ada calon-calon yang muncul ya dipersilakan, tidak apa apa,” jelas Doding.

Lebih lanjut Doding menegaskan, sekalipun PDI Perjuangan bisa mencalonkan sendiri, namun tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain.

“Kita juga tidak menutup diri walaupun bisa berangkat sendiri, namun juga akan membuka koalisi seluas-luasnya terhadap partai-partai yang ingin bergabung untuk memberangkatkan incumbent,” terangnya.

Pada Pilkada 2024 ini, PDI Perjuangan Trenggalek tetap akan memberangkatkan Incumbent, yaitu Bupati petahana Mochamad Nur Arifin.

“Untuk pasangannya, bisa juga tetap wakil bupati saat ini, dan bisa juga ganti dengan yang baru tergantung dinamika politik seperti apa,” jelas Doding.

Sedangkan untuk Wabup sendiri saat ini juga masih melihat dinamika partai politik. Pasalnya, wabup juga Kader PKB. Jadi nanti seperti apa langkah PKB juga belum diketahui.

Dengan demikian, persaingan untuk merebut posisi Wakil Bupati Trenggalek semakin ketat, sementara keputusan akhir masih bergantung pada strategi partai politik dan dinamika politik lokal.

“Pada prinsipnya untuk DPC PDI Perjuangan Trenggalek saat ini masih mengikuti perkembangan dinamika politik di Trenggalek,” tandasnya (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *