Probolinggo, indonesiatodays.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menghadiri kegiatan bincang santai ekosistem ekonomi dan bisnis Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) di tempat pertemuan Hotel Jiwa Jawa Bromo, di Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPN Jawa timur Imam Syafieh, ketua Umum DPN RI M. Kuswandi, Ketua Majelis Datuk Guru RKH Hamid dan Wawan Cahyono dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP) Provinsi Jawa Timur
Usai melakukan bincang-bincang santai, berlanjut dengan kegiatan Awards Tukang Indonesia dan Rapat Kerja Wilayah oleh PBW bersama PBD se-Jawa Timur tentang teknis pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi (tukang).
Imam Syafieh selaku Ketua DPN Jatim menyampaikan bahwasannya pada poin utamanya adalah kewajiban, dimana para pelaksana konstruksi yang ada telah menggunakan tukang atau istilah dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 1 Tahun 2023 yaitu Tenaga Kerja Konstruksi (TKK). Intinya dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi harus menggunakan tukang bersertifikat.
“Terkait dengan Dewan Pertukangan Nasional (DPN) ini, Menteri PUPR sangat mengapresiasi tentang keberadaan Dewan Pertukangan Nasional. Bahkan, Menteri PUPR secara kapasitasnya telah melantik pengurus pusat DPN,” ujarnya.
Menurut Imam, KPN merupakan salah satu asosiasi yang membantu terlaksananya undang-undang, maka seharusnya melakukan kerjasama/bersinergi dengan pemerintah setempat.
“Sebagaimana yang diinformasikan pihak kementerian, saat ini adalah tahun sertifikasi kompetensi. Dan tahun berikutnya diberlakukan ketentuan menyangkut tentang lelang dan tender itu harus menjadi prasyarat penggunaan tukang bersertifikat,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengungkapkan dengan munculnya tukang bersertifikat, tentunya akan menambah hasil yang berkualitas dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya pembangunan di Kabupaten Probolinggo.
“Keberadaan tukang dan tenaga kerja tersertifikasi dapat menciptakan inovasi dan rekayasa teknologi untuk mempercepat pembangunan,” katanya. (Agus)












