Hadirkan Mitra Kerja Kementrian Ekraf, Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, Novita Hardini Coba Bangun Trenggalek Dengan Cara Lain

Indonesiatodays.net Novita Hardini, SE., ME., anggota DPR RI Dapil VII Jatim datangkan mitra kerja, Kementrian Ekonomi Kreatif ke daerah pilihannya, Kabupaten Trenggalek. Tujuan perempuan ini mendatangkan mitra kerjanya itu, untuk membantu Kabupaten Trenggalek membangun daerahnya dengan cara yang lain. Dengan cara mengaktivasi desa kreatif melalui pengembangan ruang kreatif.

Saat ini Kabupaten Trenggalek telah ditetapkan menjadi KaTa Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) di bidang seni pertunjukan yang merupakan perjuangan dari anggota DPR RI ini. KaTa Kreatif sendiri merupakan program unggulan dari Kemenekraf yang bertujuan untuk menggali mengembangkan, dan mewadahi potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Sementara itu tujuan utaman dari program ini sendiri untuk menjadikan kabupaten/kota kreatif sebagai model panutan (role model) dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif. Kemudian mendorong kebangkitan UMKM lokal di sektor unggulan seperti kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, dan lainnya. Serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif agar menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Membuka kegiatan aktivitasi desa kreatif di Jajar Gumregah, Desa Jajar Kecamatan Gandusari, Rabu (28/10/2026) Founders UPRINTIS Indonesia itu mengatakan ‘kita harus menemukan rumus baru perekonomian. Salah satunya adalah dengan pendekatan pendekatan yang kreatif, apapun itu bidangnya,” katanya.

Menurut perempuan energik itu, pendekatan kreatif itu menjadi penting di apapun itu sektornya, Karena kalau kita tidak kreatif, maka yang kasihan adalah rakyatnya. Karena mereka tidak bisa mendapatkan hak-hak yang sebagaimana mestinya yang harus diperjuangkan.

“Alhamdulillah di tahun pertama, bukan periode pertama, saya sebagai anggota DPR RI yang mewakili dapil VII Jawa Timur, saya telah menetaskan Legacy membawa Kabupaten Trenggalek terpilih menjadi Kabupaten Kota Kreatif Indonesia. Ada banyak hal yang bisa kita kelola lagi kedepannya,” tutur Novita.

Hari ini kita ingin memberikan pelatihan ekonomi kreatif kepada teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Bagaimana membangun desa wisata yang bisa menghasilkan potensi ekonomi yang besar, dengan cara-cara kreatif.

Kemudian yang kedua melakukan beberapa simbolis sebagai bentuk pertanggungjawaban pekerjaan kami, karena ada pemasangan dukungan infrastruktur ke de desa ini yang kami merupakan lampu penerangan jalan. Nanti akan laporan yang kami publis kepada masyarakat dan juga yang harus kami laporkan kepada pimpinan yang kami lakukan di desa ini.

Ini adalah salah satu wujud komitmen kami kepada Kabupaten Trenggalek melalui Kementerian Ekraf, Kementrian Pariwisata dan juga mensupport Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan pembangunan infrastruktur melalui program-program yang diajukan oleh bapak bupati.

Mungkin senilai Rp. 70 sampai 80 miliar turun di tahun ini. Proposal dari bapak bupati kami bawa ke gedung DPR dan Alhamdulillah di ACC oleh Banggar. Jadi ini wujud kerja bersama, saya di DPR RI dan Pak Bupati di Kabupaten Trenggalek. Dan yang kecil-kecilnya bagaimana kami mensupport ekonomi masyarakat melalui ekonomi kreatif dan pariwisatanya.

Dan juga kedepan tentang pemanfaatan program-program di Kementerian Ekraf dan juga Kementrian UMKM. Karena kebetulan saya terpilih menjadi Panja permodalan, saya ingin juga nanti untuk keliling-keliling pelaku UMKM. Isu keuangan, kira-kira apa yang bisa saya bantu, bisa saya suarakan untuk aspirasi saya ke pemerintah pusat.

“Untuk aktivasi desa kreatif harapan kami kami mendorong 157 desa bisa mengaktifkan desa kreatif. Karena memang Kabupaten Trenggalek Alhamdulillah menjadi Kabupaten/ Kota Kreatif,” jelas Master of Economic UINSATU itu.

Jadi ini menjadi stimulasi desa-desa lain untuk bisa menjadi inspirasi desa lain untuk perlu mengaktifkan desa kreatif juga. Kabupaten/ Kota Kreatif Trenggalek di bidang seni pertunjukan, namun kami juga ingin mendorong seni musik, terus kemudian seni peran dan juga gaming untuk anak-anak mudanya.

Bagi orang tua Gaming itu situasi yang sedikit menantang bagi orang tua untuk membatasi anak. Namu ini juga menjadi peluang bagi anak, Karen ada ruang bagi anak untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan,selama didukung dan dibina dengan baik. “Saya ingin mendorong bagaimana aktivasi gaming, kemudian seni peran, seni musik, ini lahir di setiap desa-desa yang ada di Kabupaten Trenggalek,” tutup Novita. (Tgx.har)

Penulis: HrEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *