Trenggalek – Indonesiatodays.net
Kelalaian PLN kembali menjadi sorotan tajam. Kabel listrik yang menggelendong ke bawah di Desa Gembleb, Dusun Kayu Jaran, bukan hanya sekadar pelanggaran teknis, tetapi telah menimbulkan korban nyata. Seorang warga bernama TKS (65) terjatuh dari motor saat melintas di jalan tersebut dan mengalami luka-luka. Insiden ini menegaskan bahwa standar operasional perusahaan (SOP PLN) yang seharusnya menjadi pedoman kerja, ternyata tidak dijalankan dengan konsisten.
PLN sebagai perusahaan listrik negara memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan publik. SOP bukanlah formalitas, melainkan instrumen vital untuk memastikan setiap kabel, tiang, dan instalasi listrik aman bagi masyarakat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemasangan KWH tidak sesuai prosedur, sehingga kabel menjuntai berbahaya di jalan umum.
Wartawan Siaranesia melakukan konfirmasi kepada Manager PLN Trenggalek, Eki, pada 18 Agustus 2026. la menyatakan belum bisa memastikan apakah kabel yang menggelendong itu sesuai SOP atau tidak. Eki berjanji akan melakukan pengecekan lokasi pada 28 Agustus. Namun hingga berita ini diterbitkan, ia belum turun ke lapangan dengan alasan adanya kunjungan Menteri Pertahanan di Kabupaten Trenggalek.
Keterlambatan respons ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah keselamatan warga kalah penting dibanding agenda seremonial pejabat? Publik berhak menuntut jawaban, karena setiap kelalaian PLN bukan hanya soal teknis, melainkan soal nyawa.
Warga sekitar Pieter 46 tahun menyebut kabel yang menjuntai itu sudah lama dibiarkan tanpa penanganan.
“Kami sudah sering melihat kabel itu rendah sekali, bahkan hampir menyentuh kepala orang lewat. Baru kali ini ada yang celaka, tapi sebelumnya sudah banyak yang mengeluh,” ungkap salah satu warga. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa pengawasan PLN di tingkat lokal sangat lemah. ( jpt)












