Indonesiatodays.net Pelayanan publik bukan lagi sekurus urusan administrasi di balik meja. Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menegaskan bahwa seluruh gerak-gerik personel di lapangan adalah cerminan pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Mapolres Trenggalek, Senin (13/4/2026). Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa standar pelayanan, profesionalitas, hingga performa di lapangan harus terus ditingkatkan.
“Pelayanan publik tidak hanya terbatas pada SIM atau SKCK, tetapi keseluruhan operasional kepolisian,” ujar AKBP Ridwan.
Ia merinci, setiap satuan memiliki peran masing-masing yang bersentuhan langsung dengan warga. Satsamapta lewat patroli menciptakan rasa aman, Reserse bertugas menyelidiki dan menyidik secara profesional, Satbinmas mengedukasi masyarakat, hingga Satlantas yang mengatur arus lalu lintas.
Namun, satu hal yang menurutnya paling krusial adalah kecepatan respons terhadap laporan warga.
Call Center 110 sebagai Garda Terdepan
AKBP Ridwan menekankan pentingnya layanan pengaduan masyarakat, terutama melalui call center 110.
“Kecepatan dan ketepatan menindaklanjuti laporan bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda, sekaligus mencegah tindak kriminal,” imbuhnya.
Karena itu, seluruh personel diminta selalu siaga. Mulai dari proses pengumpulan anggota hingga perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP) harus dihitung matang di bawah kendali Pamapta.
Evaluasi dan Pelatihan Rutin
Agar target ini tercapai, Kapolres memerintahkan pelatihan rutin, termasuk di jajaran Polsek. Fokus utamanya adalah penerapan standar operasional prosedur (SOP) dan waktu baku dalam merespons laporan.
“Nanti akan terus kita evaluasi. Personel dan sarana prasarana pendukung harus selalu standby. Laporkan setiap kendala untuk kita perbaiki. Kita berikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.(hr)












