Suasana Bahagia Warnai Tradisi “Gebyar Ketupat” dengan cara (gogo) menangkap ikan sambil berendam mengunakan tangan

Trenggalek indonesiatodays.net Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti Desa Kelutan, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu (29/3/2026). Ratusan warga tumpah ruah memeriahkan tradisi tahunan hari kedua “Gebyar Ketupat” yang menjadi ikon budaya lokal.

Puncak perayaan kemarin diawali dengan arak-arakan pawai yang menjadi daya tarik utama. Namun, yang paling dinantikan adalah lomba tradisional di Desa Ngasinan, tepatnya di RT 01 RW 01, yaitu (gogo) istilah lokal menangkap ikan sambil berendam di sawah.

Acara dimulai sekitar pukul 12.38 WIB. Dengan penuh semangat, ratusan orang berebut ikan lele yang dilepaskan ke area persawahan. Mereka menggunakan tangan kosong sambil berendam dalam lumpur—sebuah pemandangan yang meriah dan mengundang tawa sekaligus sorak sorai.

Alibin Kusen, selaku ketua panitia, mengatakan bahwa sekitar 2 kuintal ikan lele disebar ke sawah untuk diperebutkan. “Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Warga sangat antusias,” ujarnya.

Di sela-sela keseruan menangkap ikan, warga sekitar juga menyuguhkan hidangan ketupat sayur tewel dan opor ayam secara gratis. Pengunjung bisa menikmati makanan khas Lebaran sambil menyaksikan pertunjukan dan gelak tawa para peserta lomba.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak. Tak hanya warga setempat, peserta dari luar Desa Kelutan pun turut serta memeriahkan acara. Antusiasme warga begitu tak terbendung sejak acara dimulai, dengan banyak pula yang hanya datang untuk menyaksikan kemeriahan dari pinggir sawah.

Dengan semangat gotong royong dan kreativitas warga RT 01 RW 01, perayaan Kupatan di Kelutan tidak hanya menjadi simbol kemenangan setelah Lebaran, tetapi juga bukti lestarinya tradisi budaya dan nilai kebersamaan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.(har)

Penulis: HariyadiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *