Anggota DPR-RI, Dapil VII Jatim, Novita Hardini, SH., MH., memberikan motivasi dan semangat kepada Gen Z SMAN 1 Munjungan. Kedatangannya untuk mendorong sekolah bisa memberikan ruang tidak hanya pendidikan formal saja, melainkan potensi non formal yang nantinya dapat menjawab tantangan generasi muda di era mendatang.
Bertajuk “Gen Z Berdaya bersama Novita Hardini”, perempuan hebat ini berharap generasi muda mau berani mengembangkan diri. Salah satunya bijak dan produktif memanfaatkan gawainya. Bahkan Founders UPRINTIS Indonesia itu sempat memberikan tantangan kepada mereka untuk bisa membantu UMKM di sekitarnya.
Jadi mereka itu kaya ekosistem, satu sisi mereka bisa menggunakan HP mereka tidak hanya sebagai konsumen, tapi saya mendorong mereka untuk menjadi konten kreator yang bisa membantu UMKM yang ada di sekitar mereka,” kata Novita, Kamis (12/2).
Jadi mereka, sambung Master of Eonomic UINSATU itu “bisa daftar di konten-konten kreator sebagai admin konten kreator sebagai afiliete. Atau di sosial-sosial media yanga tidak bisa saya sebut satu persatu yang punya program yang sama. Mereka bisa menjual produk UMKM dan UMKMnya terbantu. Ekonomi lokalnya juga tergerak dan merekapun juga dapat penghasilan meskipun mereka masih duduk di bangku sekolah,” imbuhnya.
Saya saja dengan live di salah satu platfom, tidak menggunakan approaching – approaching khusus. Itu saya sesalntai-santai mungkin itu satu minggu bisa 500 ribu. Apalagi kalau anak-anak sekolah dipakai untuk menjual l.-produk UMKM. Mereka dapat dari aplikasinya, terus barangnya juga terjual masyarakat di sekitarnya ekonominya juga tergerak. “Jadi saya minta mereka, saya berharap kepda sekolah-dekolah untuk menjadikan anak sekolah kita sebagai agen perubahan yang bisa membantu pemerintah Kabupaten Trenggalek hari ini,” jelasnya.
Kondisi saat ini angka pengangguran semakin meluas, kesempatan kerja semakin sempit. Jalan keluarnya tentu pemuda bangsa ini harus semakin kreatif, salah satunya dengan menjadi pelaku industri kreatif.
“Banyak UMKM di sekitar kita, ayo bantu mereka menjual dagangannya dengan mebuat konten melalui media sosial anda. Kemudian jangan lupa aktifkan monetisasi, kalau videonya rame nanti bisa menghasilkan uang,” tandas Novita di SMAN 1 Munjungan.
Menurut perempuan yang juga Ketua Timn Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek itu, dunia kerja yang tidak hanya formal saja. Ada pekerjaan di industri-industri non formal yang juga punya potensi besar, yang mana anak-anak muda hari ini itu bisa masuki.
Contohnya industri kreatif seperti gaming, perfilman maupun animator. Sektor ini punya potensi besar, bahkan di perfilman itu potensinya ada banyak. Mulai dari talentanya, skrip writernya, penulis, bahasa, sastra dan sebagainya. Kemudian juga digital marketingnya, aktor atau aktrisnya.
Diharapkan sekolah punya ekstrakurikuler yang memang menyiapkan siswa-siswa di tingkat SMA atau SMP untuk bisa berakting. Bisa melalui teater atau ektrakurikuler yang menyiapkan ketrampilan siswa di bidang koding. Ini bisa menjawab kebutuhan tantangan kedepan nantinya.
Generasi muda disasar karena pada usia ini anak sedang mencari jati diri. Diharapkan bisa melawan rasa malas kemudian rasa ketakutan, mungkin terhadap masa depan yang masih abu-abu. Mereka diharapkan bisa berkarir sedini mungkin sehingga bisa memupuk pengalaman berharga. Semakin diri itu dipaka banyak untuk bekerja, tidak hanya pengalaman yang dapat, tapi itu juga ketrampilan yang mengasah otak.
Sehingga tidak hanya menerima pembelajaran dalam bangku sekolah saja, tapi melatih di dunia nyata bagaiman detil berpacu dengan peraturan di kantor. Ini dipastikan bisa lebih berpengaruh bagi masa depan mereka. (tgx)












