Jajar Gumregah, Trenggalek – Suara gamelan tradisional berpadu harmonis dengan dentuman musik modern menggema di Desa Jajar, Gandusari, Trenggalek menciptakan simfoni yang menginspirasi dalam perayaan pawai kemerdekaan yang tak terlupakan.
Melalui pagelaran “Rondho Thetek”, desa Jajar berhasil menampilkan wajah baru Indonesia yang membanggakan, di mana akar budaya tetap kokoh namun sayapnya mengembang merangkul zaman.
Inovasi yang Memukau Hati
Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto Edy menyampaikan, visi revolusioner di balik acara ini:
“Kegiatan pawai kemerdekaan kali ini dikemas dalam bentuk Rundho Thetek yang memadukan gamelan tradisional dengan musik modern. Kami ingin membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kaku dan ketinggalan zaman.” Ucap Kades Jajar. Sabtu 20/9 2025 malam

Konsep unik ini bukan sekadar pertunjukan biasa. Ini adalah manifesto generasi baru yang berani bermimpi besar sambil tetap menghormati warisan leluhur. Setiap ketukan kendang yang bersahutan dengan beat elektronik menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berinovasi tanpa kehilangan jati diri.
Membangun Jiwa Kreatif Generasi Muda
“Ini merupakan bagian akselerasi untuk memberikan motivasi kepada para seniman muda dan generasi muda agar memiliki nurani berbudaya secara modern,” lanjut Kepala Desa dengan penuh semangat.
Program ini menjadi katalis yang tepat bagi anak muda untuk: Menemukan Identitas Kreatif Mereka

Generasi muda kini memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas tanpa takut dianggap merusak tradisi. Mereka belajar bahwa menjadi modern bukan berarti melupakan akar budaya.
Melihat karya mereka diapresiasi dalam acara resmi memberikan dorongan luar biasa bagi para seniman muda untuk terus berkarya dan berinovasi.
Menciptakan Peluang Ekonomi Kreatif
Perpaduan seni tradisional dan modern membuka peluang bisnis kreatif yang menjanjikan, dari industri musik hingga pariwisata budaya.
Pesan untuk Generasi Emas Indonesia
Pawai kemerdekaan Jajar Gumregah ini memberikan pesan kuat, “Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan berinovasi,” kata Edy sapaan akrabnya
Lebih lanjut Eday mengatakan, budaya bukanlah penjara yang membatasi, melainkan fondasi kuat tempat kita membangun masa depan yang gemilang.
Bagi setiap generasi muda yang melihat pertunjukan ini, ingatlah bahwa:
– Kreativitas tidak mengenal batas – Gamelan bisa berdansa dengan musik elektronik, tarian tradisional bisa dipadu dengan koreografi kontemporer
– Tradisi adalah kekuatan, bukan beban – Warisan budaya justru membuat karya kita unik dan bermakna
– Keberanian untuk berbeda adalah kunci – Seperti Desa Jajar yang berani tampil beda, kalian pun bisa menjadi pelopor perubahan
Inspirasi untuk Masa Depan
Rondho Thetek bukan sekadar nama acara, tetapi simbol semangat Indonesia yang terus bergerak maju. Setiap anak muda yang menyaksikan atau terlibat dalam acara ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing.
Saatnya generasi muda Indonesia bangkit dengan percaya diri, berkreasi dengan bebas, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa. Karena di tangan kalianlah, masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berbudaya akan terwujud.
“Pawai kemerdekaan Desa Jajar Gumregah membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir ketika kita berani memadukan yang lama dengan yang baru, menciptakan karya yang tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga menyentuh jiwa dan menginspirasi generasi”, pungkas Kades muda Jajar.(ji/red)












