TRENGGALEK – Dalam klarifikasi yang dinanti-nantikan masyarakat, Universitas Gadjah Mada (UGM) secara tegas membantah adanya kerjasama dengan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) terkait potensi penambangan emas di Trenggalek.
Fakta mengejutkan ini terungkap langsung dari mulut Dekan Fakultas Teknik UGM kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam pertemuan khusus di Yogyakarta, Sabtu (20/9/2025).
Kecurigaan Masyarakat Terbukti Keliru
Kehadiran tim peneliti Departemen Geologi Fakultas Teknik UGM di Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, beberapa waktu lalu memicu gelombang kecurigaan di kalangan masyarakat.
Banyak yang menduga bahwa kegiatan field trip tersebut merupakan bagian dari survei awal untuk mendukung rencana penambangan emas yang dikaitkan dengan PT SMN.
“Spekulasi yang berkembang di masyarakat ternyata tidak berdasar. UGM dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kerjasama apapun dengan PT SMN,” ungkap Mas Ipin dengan nada lega setelah melakukan pertemuan langsung dengan Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D.
Misi Tabayyun yang Membuahkan Hasil
Keputusan Bupati Trenggalek untuk melakukan “misi tabayyun” ke UGM terbukti tepat sasaran. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka ini berhasil mengungkap kebenaran yang selama ini diselimuti kabut spekulasi.
“Saya datang untuk mencari kebenaran, dan alhamdulillah mendapatkan kepastian yang melegakan. UGM secara eksplisit menyatakan tidak ada ikatan kerjasama dengan PT SMN dalam bentuk apapun,” tegasnya
Dekan FT UGM bahkan memberikan penjelasan detail mengenai tujuan sebenarnya dari kegiatan field trip mahasiswa geologi, yang murni bersifat akademis dan tidak terkait dengan kepentingan komersial perusahaan tambang manapun.
UGM Justru Dukung Visi Hijau Trenggalek
Yang lebih mengejutkan, pertemuan yang awalnya dimaksudkan untuk klarifikasi ini justru berbuah kolaborasi positif yang tak terduga. Prof. Selo menunjukkan antusiasme tinggi terhadap visi Trenggalek untuk mencapai net zero carbon pada 2045.
“Beliau malah sangat excited dengan program carbon trading kami dan ingin UGM menjadi bagian dari upaya memuliakan masyarakat Trenggalek tanpa merusak lingkungan,” ungkap Mas Ipin
Sikap UGM ini semakin memperkuat komitmen Trenggalek untuk menolak segala bentuk industri ekstraktif yang berpotensi merusak lingkungan.
Jaminan Tidak Ada Agenda Tersembunyi
Dalam diskusi yang berlangsung selama beberapa jam, UGM memberikan jaminan penuh bahwa seluruh kegiatan penelitian mereka di wilayah Trenggalek murni untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Tidak ada agenda komersial atau kerjasama dengan perusahaan tambang yang menyelinap di balik kegiatan akademis tersebut.
“UGM sebagai institusi pendidikan terkemuka sangat menjaga kredibilitas dan independensi penelitian mereka. Mereka tidak akan mengompromikan integritas akademis untuk kepentingan bisnis,” tandasnya (ji/red)












