TRENGGALEK – Kunjungan tim geologi internasional ke area prospek tambang emas Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek menimbulkan perbedaan pandangan antara Pemerintah Daerah dan pihak akademisi.
Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin sebelumnya menyatakan keberatan terhadap kegiatan yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.
Menurutnya, pihak UGM tidak meminta izin resmi kepada Pemda justru melibatkan pihak swasta yang sebelumnya ditolak.
Menanggapi hal tersebut, Anton dari pihak PT SMN memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan kegiatan ilmiah akademis yang diselenggarakan oleh Asosiasi SEG Chapter Indonesia bersama UGM berupa field trip untuk mempelajari penyebaran mineralisasi tembaga-emas di Jawa bagian selatan.
“Kegiatan ini bersifat ilmiah dan akademis, bukan komersial,” jelas Anton, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut mencakup beberapa wilayah mulai dari Banten, Bogor, Jawa Barat, Yogyakarta, Madiun, Trenggalek, hingga Banyuwangi.
Anton menyayangkan jika setiap kunjungan teknis bidang geologi selalu dikaitkan dengan aktivitas pertambangan komersial.
Menurutnya, studi geologi semacam ini berpotensi mengembangkan Trenggalek sebagai pusat studi kebumian terpadu yang dapat menarik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, bahkan dari luar negeri.
“Ini bisa menciptakan industri pariwisata pendidikan baru, seperti yang terjadi di Karangsambung-Kebumen, Parangkusumo-Bantul, Bayat-Klaten, dan Cikotok-Jawa Barat yang menjadi laboratorium alam,” ujarnya.
Anton berharap kejadian tersebut bisa dijadikan bahan dialog konstruktif dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi yang menguntungkan masyarakat secara keseluruhan. (ji/red)












