Berita  

Kunjungan ke Situs Tambang Emas Trenggalek dari UGM

UGM Gelar Field Trip Internasional untuk Eksplorasi Deposit Tembaga-Emas di Pulau Jawa (lokasi Dalang Turu Tugu Trenggalek)

TRENGGALEK – Salah satu destinasi utama field trip ini adalah kunjungan ke Prospek Dalang Turu, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek Au milik PT Sumber Mineral Nusantara di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang dijadwalkan pada 18 September 2025.

Para peserta akan mendapat kesempatan langka untuk melihat operasi penambangan emas secara langsung dan melakukan inspeksi core (sampel batuan) di kantor perusahaan.

“Ini adalah kesempatan emas bagi para ahli geologi internasional untuk memahami karakteristik unik deposit mineral di Indonesia, khususnya yang terbentuk dalam setting busur kepulauan Sunda,” kata Dr. Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., IPU, pemimpin field trip dari UGM.

Peserta Internasional dari 12 Negara

Field trip yang dipimpin oleh Dr. Lucas Donny Setijadji (UGM) dan Simon C Adam (University of Michigan, AS) ini menghadirkan 18 peserta internasional dari berbagai institusi bergengsi, termasuk:

– Perusahaan tambang global: BHP (Peru dan Chile), B2Gold (Kanada), Northern Star Resources (Australia), Freeport (AS)

– Universitas ternama: University of Texas at El Paso (AS), China University of Geosciences (China), RMIT University (Australia)

– Konsultan geologi: Cobar Management Pty Ltd (Australia), Paramount Geoscience Pty Ltd (Australia)

Para peserta berasal dari 12 negara: Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Brasil, Peru, Kanada, China, Romania, Malaysia, Chile, dan Inggris, menunjukkan minat global yang tinggi terhadap potensi mineral Indonesia.

Mengapa Deposit Mineral Jawa Menarik Perhatian Dunia?

Pulau Jawa merupakan bagian dari Busur Sunda yang terkenal kaya akan deposit tembaga-emas (Cu-Au). Sistem geologis ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik dan tektonik yang kompleks, menghasilkan mineralisasi logam yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

“Deposit mineral di Jawa memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan deposit di wilayah lain. Memahami genesis dan distribusi mineral di sini sangat penting untuk eksplorasi mineral di wilayah busur kepulauan serupa di dunia,” jelas Dr. Eng. Ir. Agung Setianto, S.T., M.Si., IPM, Ketua Departemen Teknik Geologi UGM.

Manfaat Edukasi dan Transfer Pengetahuan

Field trip ini tidak hanya memberikan eksposur langsung terhadap geologi ekonomi Indonesia, tetapi juga memfasilitasi:

1. Pertukaran pengetahuan, antara akademisi dan praktisi industri

2. Pemahaman praktik terbaik, dalam eksplorasi dan penambangan berkelanjutan

3. Jaringan kolaborasi internasional, dalam bidang geologi ekonomi

4. Peningkatan kapasitas, mahasiswa Indonesia melalui program sukarelawan

Enam mahasiswa Teknik Geologi UGM akan terlibat sebagai sukarelawan, memberikan mereka kesempatan berharga untuk berinteraksi langsung dengan para ahli geologi internasional.

Dampak Terhadap Pengembangan SDM Geologi Indonesia

Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam acara internasional ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang geologi.

“Mahasiswa kita akan mendapat pengalaman tak ternilai dengan berinteraksi langsung dengan para praktisi dan akademisi geologi terkemuka dunia,” tambah Dr. Setijadji.

Itinerary Lengkap

Field trip dimulai dari Aston Hotel Madiun pada pukul 07:00, dilanjutkan dengan:

– 09:00-14:00 Wib: Kunjungan lapangan dan inspeksi core di Trenggalek

– 14:00-18:00: Perjalanan ke Sidoarjo

– 18:00 ke atas: Makan malam dan bermalam di Aston Hotel Sidoarjo

Kemungkinan juga akan ada kunjungan tambahan ke area pesisir selatan Trenggalek untuk mempelajari aspek geologi regional.

Kontribusi Terhadap Riset Geologi Global

Data dan pengamatan yang diperoleh dari field trip ini diharapkan dapat berkontribusi pada penelitian geologi global, khususnya dalam memahami sistem mineralisasi di lingkungan busur magmatik. Hal ini akan bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga untuk eksplorasi mineral di wilayah geologis serupa di seluruh dunia.

Field trip SEG 2025 ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai laboratorium geologi alam yang menarik perhatian komunitas geologi internasional, sekaligus memperkuat reputasi UGM sebagai institusi pendidikan geologi terkemuka di Asia Tenggara.

“Field trip ini telah mendapat persetujuan lengkap dari pimpinan Departemen Teknik Geologi UGM dan diharapkan akan menjadi model untuk acara serupa di masa mendatang.” terang Dr. Setijadji. (ji/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *