INDONESIATODAYS – Gunawan Anggota komisi 2 DPRD Trenggalek selaku narasumber sarasehan optimalisasi potensi lokal untuk mewujudkan kemandirian pangan yang diselenggarakan oleh Ibnu Alfandy Yusuf anggota FPKB DPRD Jatim dapil 7, Minggu 10 November 2024 mengatakan optimalisasi pangan lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk mencapai swasembada pangan, menghindari pembukaan lahan baru yang akan berdampak kepada lingkungan hidup.
Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya produk pertanian yang sehat kembali tumbuh dan telah membuat sebagian petani kembali kepada praktek pertanian alami. Banyak yang mulai kembali memanfaatkan limbah kotoran hewan ternak dan sampah busuk yang diolah menjadi kompos. Komunitas ini mengusung istilah yaitu pertanian organik.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan istilah ini, hanya saja pertanian jenis ini lebih membutuhkan modal dan cara yang modern. Misalnya, istilah hidophonic dan Hidrogel dan lain sebagainya. Besarnya modal yang dikeluarkan untuk pertanian jenis ini, membawa dampak tingginya harga jual produk hasil pertanian sehingga pertanian ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi.

Kegiatan sarasehan optimalisasi potensi lokal untuk mewujudkan kemandirian lokal merupakan program swasembada pangan seperti lumbung pangan (food estate) dan cetak sawah, termasuk mengidentifikasi secara menyeluruh isu pangan yang terjadi baik di tingkat lokal maupun Nasional.
Kegiatan ini mengusung tema “Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal” ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sistem pertanian alami yang berdaulat. Perlu disadari bahwa terdapat perbedaan antara sistem pertanian organik dengan sistem pertanian alami. Secara prinsip, sistem pertanian organik mengutamakan unsur “profit” atau keuntungan pasar, sedangkan sistem pertanian alami mengutamakan benih lokal masyarakat dan kemandirian dalam pemenuhan pangan lokal yang berkelanjutan. Ungkap Gunawan Anggota Komisi 2 DPRD Trenggalek, Minggu 10/11/2024
Gunawan menyampaikan dalam menyikapi untuk kemandirian pangan lokal tentu membutuhkan beberapa strategi dan kebijakan dari beberapa aspek, diantaranya, 1. Mengurangi ketergantungan dari satu jenis pangan pokok. 2. Perlunya peningkatan peluang usaha pangan lokal. 3.Adanya kepastian dari seluruh masyarakat telah memiliki akses yang setara terhadap sumber pangan yang aman dan bergizi.
“Agar potensi sumber daya pangan lokal bisa menjadikan potensi yang ideal, sistem yang lebih baik untuk diterapkan, mengoptimalkan sumber pangan lokal dengan menggandeng dinas-dinas terkait dalam mengedukasinya,” jelas Gunawan
Gunawan menambahkan, Sarasehan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran di komunitas akan pentingnya memulai pertanian alami. Pertanian Alami cukup menyediakan lahan pekarangan rumah sebagai langkah awal aksi untuk menuju pertanian alami demi terciptanya kesadaran masyarakat mengkonsumsi pangan lokal yang lebih mengandung gizi
Editor : Tim Indonesiatodays












