H-7 Lebaran, Terminal Surondakan Trenggalek Masih Lengang

TRENGGALEK, Indonesiatodayas – Suasana pemudik yang tiba di Terminal Tipe A Surodakan, H-7 lebaran kemarin (4/4) masih terlihat sepi.

Pasalnya terlihat penumpang yang tiba di terminal Tipe A Surodakan Trenggalek masih menunjukan jumlah seperti hari-hari biasa. Itu terlihat dari banyaknya sejumlah bangku ruang tunggu yang kosong. Selain itu, ketika ada bus datang baik itu Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) belum menunjukan jumlah berarti. Dengan demikian bisa diasumsikan saat ini belum memasuki puncak mudik.

”Kami memprediksi puncak mudik akan terjadi pada Sabtu (6/4) hingga Senin (8/4) mendatang, makanya kondisi terminal saat ini masih terlihat seperti biasa,” ungkap Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Surodakan Trenggalek Oni Suryanto.

Kendati demikian meluai hari ini (4/4) terminal sudah membuka posko pemantauan penumpang. Nantinya pada posko tersebut akan terlihat secara detail jumlah penumpang yang datang setiap harinya. Sedangkan untuk kondisi saat ini jika melihat statistik jumlah penumpang kedatangan mulai menunjukan peningkatan.

“Berdasarkan pengamatan kami mungkin ada peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang yang datang, namun tidak terlalu signifikan,” katanya.

Kendati demikian petugas terminal akan tetap melakukan langkah antisipasi guna menyambut kedatangan pemudik. Sebab saat ini pemerintah pusat memperbolehkan mudik lebaran.

Apalagi berkaca pada lebaran 2023 kemarin, terjadi pembludakan jumlah kendaraan yang datang hingga 6,4 persen, sedangkan jumlah penumpang yang datang menyentuh 78,4 persen dari pada lebaran 2022 lalu. Hal tersebut cukup realistis mengingat di 2023 tidak terjadi pembatasan jumlah pemudik. Dari situ akan tetap menyiagakan petugas, sehingga selalu siap jika suatu saat dibutuhkan.

Bukan hanya itu, antisipasi juga dilakukan mengenai terjadinya lonjakan arus balik. Sebab bisa dikatakan, kemungkinan nanti masyarakat yang ingin balik bekerja akan melakukannya di hari yang hampir bersamaan, sehingga akan terjadi penumpukan penumpang.

“Mungkin pemudik sepi karena libur lebaran ini cukup Panjang, sehingga masyarakat bisa memilih hari mudiknya. Sedangkan balik pasti serentak, sebab mayoritas perkantoran dan sebagainya masuk kerja pada hari yang sama,” jelas Oni. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *