Jepara, indonesiatodays.net – FKOJ atau Forum Komunikasi Ormas Jepara, Rabu pagi (26/7/2023) bertempat di kawasan Pendopo Kabupaten Jepara, menggelar aksi demo atau unjuk rasa yang diikuti oleh gabungan peserta aksi dari beberapa LSM dan Ormas berlangsung lancar dan aman.
Dalam unjuk rasa ini, nampak di truk komando Hasbulloh Al Hadi atau akrab disapa Mbah Qabul, Ketua LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Distrik Jepara Wilayah Teritorial Jawa Tengah, Priyo Hardono Ketua DPD PEKAT IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) Jepara selaku Jubir FKOJ, Murdiyanto, Ketua MPC Pemuda Pancasila, Yuli Suharyono Ketua LSM Lembaga Jepara Membangun (LJM), Ketua Marcab LMPP Jepara, Serka Purn Khambali, S.H., Arifin Ketua DPC GRIB JAYA Jepara dan Mulyono dari LSM BSM.
Para pendemo ditanggapi dan ditemui langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta yang didampingi oleh Trisno Santoso Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, personil Satpol-PP, Wakapolres Jepara Kompol Berry, Kapolsek Jepara Kota AKP Edy Purwanto dan personil Kodim 0719/Jepara.
Mereka menyampaikan langsung beberapa petisi FKOJ atau pernyataan sikap menuntut pengisian segera kekosongan jabatan di OPD Jepara, serta beberapa Kepala Sekolah di Kabupaten Jepara, meminta keterangan dan tanggung jawab Sekda Jepara Edy Sujatmiko Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Jepara, terkait defisit anggaran APBD Jepara, penutupan tambak udang, adanya isu matahari kembar di Pemkab Jepara antara Pj Bupati Jepara dengan Sekda Jepara dan anggaran penurunan dan pencegahan stunting.
“Salah satu tuntutan kami adalah mendesak pencopotan Edy Sujatmiko sebagai Sekda Jepara,” tegas Priyo.
Sementara tidak terlihat Edy Sujatmiko, Sekda Jepara yang menjadi salah satu tuntutan para pendemo dari FKOJ Jepara.
Menurut informasi yang kami peroleh, Sekda Jepara sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.
Seusai menerima demo damai yang berlangsung aman dan lancar. Pemkab Jepara langsung menggelar jumpa pers di ruang rapat Setda Jepara.
Acara rapat dihadiri oleh Arif Darmawan Kepala Dinas Kominfo Jepara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan dan beberapa Kepala OPD lainnya.
Berdasarkan informasi, dalam jumpa pers tersebut. Ada beberapa hal yang disampaikan, tentang kekosongan jabatan di beberapa eselon II dan anggaran penanganan stunting.
Priyo Hardono Ketua DPD PEKAT IB Jepara di lokasi seusai demo, kepada awak media Ia memberikan keterangan tentang penyampaian petisi tuntutan FKOJ dalam orasinya.
Ia menegaskan,” Kami meminta tuntutan FKOJ segera direspon dan ditanggapi oleh Pemkab Jepara. Kalau rekomendasi tuntutan kami tidak secepatnya ditanggapi secara terbuka, kami akan kembali merencanakan mengerahkan massa lebih besar dalam demo jilid 2 sekitar 15 hari kedepan,” tegas Priyo.
Sehabis demo, para peserta melakukan long march ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharma Jepara.
Mereka melakukan do’a bersama dan menyampaikan kepada arwah para pahlawan kusuma bangsa bahwa,” Saat ini sepertinya pejabat di Pemkab Jepara banyak yang buta matanya, tuli telinganya dan buta mata hatinya,” ungkapnya.
“Empati mereka terhadap tata kelola pemerintahan Kabupaten Jepara di titik nadir, terbukti adanya defisit anggaran APBD dan hal ini karena ‘Lebih Besar Pasak Daripada Tiang’, ujar Kang Priyo sapaan akrab Priyo Hardono.
“Banyak kebocoran di sektor-sektor yang berpotensi untuk peningkatan PAD Jepara, seperti setoran pendapatan parkir,” ungkapnya.
Para peserta demo sehabis acara menandatangani bersama lembaran kain petisi FKOJ di depan jalan SCJ. Dan, rencananya akan di bawa ke Semarang, untuk bertemu dan diserahkan ke Gubernur Jawa Tengah. (eko)












