Begini Penjelasan Dinas Kesehatan Trenggalek Soal Bahaya Potensi Meningkatnya Demam Berdarah

Nyamuk Aedes aegypti. foto ilustrasi

Trenggalek, indonesiatodays.net – Demam berdarah, atau dengue, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Pada musim hujan dan pancaroba, bahaya demam berdarah berpotensi meningkat.

Selama musim hujan dan pancaroba, nyamuk Aedes aegypti memiliki lingkungan yang ideal untuk berkembang biak. Genangan air yang terbentuk di sekitar pemukiman, seperti kolam, drum, atau ban bekas, menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi nyamuk. Populasi nyamuk meningkat pesat, meningkatkan risiko penularan demam berdarah kepada manusia. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko infeksi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Dr.Sunarto mengatakan, gejala umum termasuk demam tinggi, nyeri sendi dan otot, ruam, sakit kepala, dan mual. Jika mengalami gejala-gejala ini, dianjurkan mencari perhatian medis. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius seperti demam berdarah hemoragik atau syok dengue.

“Biasanya orang akan mengalami kekurangan cairan yang relatif, ini bisa menyebabkan syok yang paling berbahaya dan penurunan jumlah trombosit dalam darah secara signifikan. Oleh karena itu, kami anjurkan banyak minum air putih ketika badan terasa panas. Jika mengkonsumsi obat penurun panas gunakanlah paracetamol. Namun jika ada gangguan pembuluh darah seperti tekanan darah mulai turun, keringat dingin, terjadi syok dan sebagainya harus menjalani perawatan di rumah sakit” kata Sunarto kepada indonesiatodays.net. Senin (10/07/2023).

Untuk mencegah  penyebaran penyakit demam berdarah, Sunarto menjelaskan bisa dilakukan dengan program PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) yakni dengan cara Menguras, Mengubur dan Menutup (3M) yang dilakukan minimal 1 kali seminggu.

“Menguras penampungan air, mengubur barang bekas dan menutup tempat atau bak air harus dilakukan agar jentik nyamuk tidak menjadi dewasa hehingga saat dikuras jentik nyamuk akan hilang. Begitu juga mengubur barang bekas dan menutup bak air agar tidak menjadi tempat perlindugan nyamuk.” ujarnya.

Adapun tindakan lain yakni dengan menaburkan bubuk ABATE dan Fogging. Serbuk ABATE berfungsi untuk mematikan telur atau jentik. Sedangkan Fogging berfungsi mematikan nyamuk dewasa.

“Menggunakan bubuk ABATE cukup 1 sendok bisa untuk tempat penampungan air berkapasitas 300 liter. Akan tetapi jika kapasitas penampung air kecil dan bisa dikuras maka lebih baik dikuras saja. Kalau Kapasitas besar dan sulit dikuras cukup pakai serbuk ABATE saja. Untuk fogging hanya memberantas nyamuk dewasa dan tidak bisa memberantas jentik atau telur nyamuk. Fogging atau pengasapan dilakukan 100 meter disekeliling tempat nyamuk bersarang. Namun bahan foggin itu sendiri cukup berbahaya juga. Jadi pengasapan fogging tidak asal dilakukan,” tambahnya.

Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, bulan Januari sampai Juli 2023 kasus Demam Berdarah relatif terkendali. Pada 2022 kasus Demam Berdarah mencapai 400 lebih.

“Tahun ini sampai bulan juli tercatat 77 kasus Demam Berdarah. Ada beberapa angka yang mencapai 7-8 kasus, yakni puskesmas Kecamatan dongko dan Puskesmas Karangan tercatat 8 kasus, dan wilayah puskesmas Bendungan 7. yang lainnya dibawah 6 dan ada yang zero,” ungkapnya.

Menurutnya angka ini hampir menyentuh bebas jentik. sebab dari pemeriksaan tempat penampungan air apakah terdapat jentik nyamuk atau tidak.

“Cakupan angka bebas jentik di seluruh puskesmas mencapai 95 persen. Ini artinya seluruh masyarakat sudah melakukan 3M,” katanya.

Meski angka itu mencapai hampir menyentuh bebas jentik, Dinas Kesehatan Trenggalek tetap menghimbau agar warga  selalu melakukan pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti.

“Maka dari itu masyarakat harus jadi juru pemantau jentik, jika itu dilakukan semua pasti menjadi keluarga yang sehat dan sejahtera,”pungkasnya. (len)

Penulis: LendraEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *