Indonesiatodays.net Seekor sapi Simental dengan bobot fantastis 1,37 ton resmi terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 1447 H/2026 M. Sapi jumbo milik Mujadi, warga Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek ini masuk kategori sapi terbesar yang pernah dipilih untuk kebutuhan kurban kepala negara tahun ini.
Namun di balik ukuran tubuhnya yang raksasa, sapi tersebut menyimpan kisah perjuangan hidup yang tak biasa. Mujadi menuturkan, sapinya sempat terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat merebak beberapa waktu lalu. Bedanya dengan ternak lain, sapi ini selamat berkat kekuatan kakinya.
“Dulu banyak teman-temannya yang roboh karena PMK, tapi ini kakinya kuat,” cerita Mujadi di kandangnya, kamis (21/5/2026).
Sapi berusia sekitar empat tahun itu awalnya dibeli Mujadi dengan harga Rp35 juta dari wilayah sekitar desanya sekitar 1,5 tahun lalu. Begitu pulih dari PMK, perawatan super intensif pun ia lakukan setiap hari: mandi rutin, plus menu spesial jagung rebus, katul, ampas, dan rumput pilihan. Hasilnya, pertumbuhan sapi maksimal dengan tinggi mencapai 167 cm dan panjang tubuh 2,5 meter. Perjuangan itu terbayar lunas. Presiden Prabowo Subianto membelinya dengan harga Rp98 juta.
Menariknya, ini bukan kali pertama kandang Mujadi menjadi pemasok hewan kurban presiden. Tahun sebelumnya, sapi miliknya juga terpilih dan dikirim untuk kebutuhan yang sama.
Terkait pasar kurban tahun ini, Mujadi mengamati adanya lonjakan harga. Dampak wabah PMK membuat stok sapi berkurang sehingga harga meroket.”Tahun ini naiknya sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per ekor,” ujarnya.
Untuk sapi ukuran standar kampung, harga yang semula Rp21 juta kini menembus Rp25–27 juta per ekor. Meski mahal, permintaan tetap bergairah. Mujadi mengaku sudah menjual sekitar 25 ekor sapi untuk kebutuhan kurban tahun ini.(bd)
.












