Puluhan Mahasiswa GMNI Trenggalek Kepung DPRD Kami Punya Cara Sendiri Jika Janji DPRD Hanya Angin Lalu

Indonesiatodays.net Suara lantang puluhan mahasiswa GMNI Trenggalek menggema di pelataran Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Rabu (13/5/2026). Meski Hari Pendidikan Nasional telah usai, semangat mereka tak surut. “Tidak ada kata terlambat membedah rapor merah pendidikan,” begitu bunyi tekad yang mereka kibarkan.

Di balik spanduk dan pengeras suara, koordinator aksi Rian Pirmansyah melemparkan tuntutan berlapis. Dari revisi UU Sisdiknas yang disebutnya harus transparan dan inklusif, hingga sederet “utang” pendidikan yang menggantung di Kabupaten Trenggalek.

GMNI tak main-main. Mereka merinci setidaknya empat luka lama

1. Sekolah ambruk, fasilitas tak layak — Masih banyak ruang kelas yang darurat.
2. Gaji guru timpang — Kesejahteraan pendidik disebut masih setengah hati.
3. Bullying merajalela — Kekerasan di lingkungan sekolah jadi momok.
4. Pungli membebani wali murid — Dari seragam hingga kegiatan sekolah.

“Kami tidak butuh pendampingan seremonial dari Dinas Sosial dan PPA. Yang kami butuh pendampingan yang menyentuh akar rumput, dari SD sampai SMA,” tegas Rian dengan nada getir.

Pihak DPRD Trenggalek menyambut hangat aksi damai itu. Mereka berjanji membuka audiensi bersama OPD terkait untuk mencari solusi teknis.

Namun GMNI tak mau terbuai. Rian mengirim peringatan tajam:

“Jika DPRD tidak memenuhi tuntutan ini, kami akan menyelesaikannya dengan cara kami sendiri.”

Pernyataan itu menggantung di udara sambil mata mahasiswa menatap tajam perwakilan dewan

GMNI datang dengan kepala dingin setidaknya untuk sekarang. Mereka menawarkan tiga draf solusi:

· Pemerataan sarpras — Skema percepatan perbaikan sekolah rusak.
· Perkuat sistem pengawasan — Guna memberantas pungli dari akar.
· Satgas Anti-Bullying — Pendampingan psikologis berkelanjutan untuk korban kekerasan di sekolah.

Aksi berlangsung tertib. Massa bersedia pulang setelah perwakilan mereka bertemu anggota dewan. Tapi pesan penutup Rian terasa berat: “Kami akan terus mengawal janji-janji ini. Jangan sampai hanya jadi angin surga. (har)

Penulis: HrEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *