Win Win Solution, Seimbangkan Tambak dan Pariwisata di Karimunjawa

Ahmad Gunawan Ketua Umum YLBH-IM

Jepara, Jawa Tengah, indonesiatodays.net – Kepulauan Karimunjawa, yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menawarkan peluang emas untuk menjadi destinasi pariwisata yang mengagumkan dan tempat yang subur untuk budidaya udang Vannamei. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dalam ekspor udang secara global, setelah Ekuador dan India, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.

Namun, dalam konteks ini, Ahmad Gunawan, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Menggugat (YLBH-IM), berbicara tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara budidaya tambak dan sektor pariwisata di Karimunjawa. Dia memandang bahwa potensi besar ekspor udang dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah untuk mempertahankan tambak udang di Karimunjawa, yang juga memberikan kontribusi terhadap ekspor hasil perikanan.

Age, panggilan akrab Ahmad Gunawan, mengusulkan sebuah “win-win solution” yang dapat membawa keserasian dan keseimbangan antara tambak dan pariwisata. Usulannya termasuk:

  1. Pengelolaan Air yang Baik: Pemerintah dapat memberikan petunjuk tata kelola yang baik kepada para pembudidaya udang melalui teknis pembuatan Instalasi Pengolahan Air (IPAL) yang sesuai dengan rencana bangunan dan operasional IPAL.
  2. Keselarasan Ruang: Keselarasan antara objek wisata dan tambak udang harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang.
  3. Wisata Edukasi: Menciptakan budidaya berbasis wisata edukasi, termasuk wisata kuliner dengan menu khas olahan hasil udang.

Age meminta semua pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Jepara, pelaku usaha budidaya tambak, aktivis lingkungan, akademisi, dan ahli kelautan serta perikanan, untuk duduk bersama menciptakan solusi yang menguntungkan semua pihak. Ini akan membantu menjaga keberlanjutan usaha dan pengembangan ekonomi di Kabupaten Jepara, khususnya di kepulauan Karimunjawa.

“Keduanya (tambak dan pariwisata) berdampingan akan meningkatkan nilai investasi di Karimunjawa dan berdampak perekonomian meningkat tajam,” kata Age. Dia menekankan bahwa investor membutuhkan kepastian hukum dan kondisi investasi yang ramah di Kabupaten Jepara. Minggu (24/09/2023)

Ahmad Gunawan juga mencatat pandangan dari Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), yang menggarisbawahi potensi besar Indonesia sebagai produsen perikanan budidaya global. MAI menyarankan agar pemerintah memberikan masukan praktis dan edukatif bagi pelaku usaha untuk menghindari konflik dan permasalahan lingkungan, dengan pendekatan yang tidak hanya bersifat hukuman. (eko).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *