Indonesiatodays.net lTiga orang korban ledakan tabung gas LPG di Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, terpaksa dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Mereka sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek pascainsiden yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Ketiga korban adalah Marini (75), Winarni (54), dan Sulastri (61). Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar yang cukup luas.
Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan bahwa kondisi ketiga korban cukup parah saat pertama kali ditangani. “Marini mengalami luka bakar sekitar 67 persen disertai gangguan pernapasan akibat menghirup asap. Kondisinya sangat kritis. Winarni bahkan lebih parah dengan luka bakar mencapai 70 persen dan juga dalam kondisi kritis,” ujarnya.
Sementara itu, Sulastri mengalami luka bakar sekitar 22,5 persen. Meskipun lebih ringan dibanding dua korban lainnya, Sujiono menyatakan bahwa kondisinya tetap memerlukan perawatan intensif. “Seluruh pasien masih dalam pengawasan ketat tim medis,” tambahnya.
Dengan kebutuhan perawatan khusus dan fasilitas yang lebih lengkap, ketiga korban akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
**Ledakan Akibat Kebocoran Gas dan Regulator Tidak Standar**
Insiden mematikan itu terjadi di rumah korban yang berada di Jalan MT Haryono Nomor 03, RT 15 RW 05. Kepala Bidang Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, mengungkapkan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang diduga sudah terjadi sejak malam sebelumnya.
“Saat itu pemilik rumah mencium bau gas dan meminta asisten rumah tangga untuk mengecek. Namun terdengar bunyi seperti menyalakan kompor, sehingga percikan api langsung menyulut gas yang sudah terakumulasi di dalam dapur,” jelas Wasis.
Ia menambahkan, regulator gas yang digunakan tidak standar dan telah dimodifikasi, sehingga berisiko tinggi menyebabkan kebocoran. Ditambah lagi kondisi dapur yang minim ventilasi membuat gas mudah terperangkap dan memicu ledakan hebat saat terkena api.
“Regulator tidak standar dan dimodifikasi, ini sangat berisiko. Ditambah ventilasi buruk, gas menjadi terperangkap di dalam ruangan,” pungkasnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlengkapan gas yang standar dan memastikan sirkulasi udara di dapur berjalan lancar guna mencegah kejadian serupa terulang.(hr)












