Berita  

Tak Kenal Putus Wujud Cinta Novita Hardini, Anggota DPR RI Komisi VII untuk Masyarakatnya di Trenggalek

Indonesiatodays.net.
Seolah-olah tidak pernah kering ide, upaya dan totalitas Novita Hardini, SE., ME., untuk berbuat sesuatu kepada masyarakatnya di Trenggalek. Kembali menggandeng mitra kerja di Komisi VII, Kementrian Ekonomi Kreatif, anggota DPR-RI Dapil VII Jatim itu mengadakan pelatihan Genmatic (Generasi Melek Digital) di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek.

Genmatic sendiri merupakan event Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif  yang dirancang khusus untuk para kreator, pebisnis digital, dan profesional muda yang ingin naik level di era ekonomi kreatif yang penuh tantangan ini. Merasa perlu dan penting untuk masyarakatnya, anggota DPR-RI yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek itu merasa perlu membawa program ini ke Trenggalek. Harapannya tentu tidak hanya konten kreator dapat berdaya secara ekonomi, pemerintah setempat diharapkan juga bisa merasakan perputaran ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Tidak tanggung-tanggung, dalam pelatihan ini, didatangkan narasumber yang cukup kompeten, Founders Kasihsolusi, Deryansha Azhary yang cukup blak-blakan melakukan mentoring pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Trenggalek yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan menurut para peserta, apa yang sampaikan Dery daging semua, banyak hook-hook bagus yang jarang didapat peserta.

“Kita mencoba untuk mem-Brainstorming kebutuhan masyarakat di tengah menghadapi tantangan ekonomi yang tidak pasti. Dan tentunya ini menjadi beban bagi masyarakat.  Sehingga salah satu kegiatan yang kami adakan di Hari Minggu ini, itu bisa menjadi salah satu solusi yang bisa dipilih oleh masyarakat,” ungkap Novita Hardini, dalam kegiatan Genmatic bersama Kementrian Ekonomi Kreatif, Minggu (16/11).

Bagaimana bisa menghasilkan penghasilan dari handphonenya atau menjadikan handphone sebagai ladang pekerjaan, sambung Master of Economic UINSATU itu. “Sehingga dengan begitu mereka bisa mengoptimalkan waktunya untuk bisa menjadikan cuan di rumahnya masing-masing,” imbuh perempuan cantik ini.

Hari ini kami menghadirkan Deryansha Azhary selaku Founders atau CEO dari Kasihsolusi yang juga bermitra dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Tadi materinya daging semua dan tentunya membawa banyak wawasan baru dan tidak hanya manfaat besar bagi masyarakat yang menggeluti konten kreator, tetapi juga bagi seluruh OPD. Saya rasa juga untuk Pemerintah Kabupaten Trenggalek, utamanya dalam mempromosikan wisata Kabupaten Trenggalek.

Terus mempromosikan apa saja kuliner yang ada di sini. Ada beberapa banyak Cafe di Trenggalek dan yang lainnya. Saya rasa kita tidak  bisa bekerja secara konvensional. Mau tidak mau kita harus bertransformasi lagi dan saya sebenarnya sudah ngomong terkait transformasi ini sudah dari tahun 2020.

Dan ini adalah salah satu bentuk konsistensi saya. Semoga diterima baik oleh masyarakat. Dan saya mengharapkan hasil nyata masyarakat untuk Kabupaten Trenggalek tentunya. Masyarakatnya cuan dan Pemerintah Kabupaten Trenggaleknya perputaran ekonominya bisa dirasakan untuk meningkatkan PAD di masa depan tahun 2026. “Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dipupuk terus sehingga bisa menggerakkan ekonomi Kabupaten Trenggalek,” tutupnya.

Sementara itu Deryansha Azhary, Founders Kasihsolusi dalam kesempatan ini menambahkan “kalau saya sendiri secara pribadi media saya bersama Mas Dedy Corbuzier ini komitmen bagaimana menaikkan ekonomi dari sektor ekonomi mikro, ekonomi kreatif (konten kreator),” katanya.

Kenapa? Karena saya baca betul di jaman sekarang orang itu percaya betul bukan gara-gara mungkin produknya, tapi mungkin karena banyak persuasif penggiringan opini sehingga orang yang tidak mau menjadi mau. Makanya perannya konten kreator itu penting. Terutama yang terpenting juga sesuai arahan Bang Menteri Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif dalam hal ini gimana caranya masyarakat kita, warga kita non sektoral, yang mungkin dia tidak ngantor, di rumah membantu suaminya ini benar-benar berproduktif.

Tujuannya sama semua, sepakat naikin ekonomi, biar mutar. Wisatawan dari luar itu datang ke Trenggalek ada alasan dia tergaransikan. Ada alasan kenapa dia pilih Trenggalek dibanding yang lainnya. Menurut saya ini langkah yang sangat konkret sekali, saya sempat kaget harus 3 jam setengah dari Surabaya ke Trenggalek. Ada satu kabupaten yang namanya Trenggalek itu benar-benar berangkat dari situ serius dalam membantu mendongkrak ekonomi.

Makanya saya mengapresiasi buat pak bupati mendatangkan saya dan sementara saya itu orangnya konkret. Maksudnya begini, saya itu dikenal oleh kawan-kawan konten kreator, influence, selebriti dan sebagainya, bahwa saya pria edukator untuk ngajarin secara itu benar-benar konkret dan no baper diantara kita.

Jadi misalnya contoh, bupati manggil saya, mungkin kalau respon dari Rafi, Baim Wong, Ata atau teman-teman saya, wey berani banget, mulut tajem, tajem omongannya, salah-salah, benar-benar. Karena apa, bagaimana caranya ekonomi tumbuh, konten kreator  melek segala sesuatu kalau cuma di sekedar konten itu penting, konsisten, ayo semangat, mainsetnya harus bener, meskipun itu tidak salah.

Kapan jadinya? makanya tadi banyak saya tajem-tajemi. Akhirnya begitu saya mencari tahu, pak bupati dan tentunya bersama perangkat-perangkat di Trenggalek di wakili sama dengan yang namanya anggota DPR RI Komisi VII, Ibu Novita Hardini. Ibu Novita Konkret juga, bagaimana caranya ekonomi di sini muncul. Tadi menariknya adalah benar-benar kita bedah semuanya. Jadi slide side sudah kami siapkan akan tetapi kalau terlalu satu arah membosankan. Opening saya 15 menit, langsung saya panggil tuh konten-konten kreator industri kuliner, industri pariwisata, industri otomotif. Banyak juga yang lain seperti baju, clothing, saya buka dan saya kasih tahu caranya kenapa views mu segitu-gitu saja.

Kita konkret saja deh, biar mereka tahu. Coba tadi saya minta views yang paling kecil. Viewsnya kecil karena harusnya tidak begini, banyak penonton menyumbang views karena dia menggaransikan sesuatu.

“Semoga kedepannya tidak berhenti di sini. Mungkin Trenggalek dan sekitarnya dan saya selalu bilang untuk membantu, panggil saya dan nggak usah bayar saya Rp. 1 rupiahpun. Panggil saja, akomodasi dan sebagainya siapin saja dan ini bukti konkret arahan mas Mentri,” imbuh Dery.

Melakukan hal ini karena pria ini yakin ada amalan yang tidak terputus sampai hari kiamat, meskipun bumi ini sudah hancur, yaitu ilmu yang bermanfaat. Selain itu pihaknya juga punya misi bagaimana mendongkrak ekonomi sekitar. “Karena saya tahu prof-prof saya itu ada di New Zealand, Amerika, China, Korea Selatan dan seterusnya itu mereka tumbuh karena rakyat kecilnya, konten-konten kreatornya tumbuh. Bercandaan mereka itu selalu nanya konten kreator lu mana, saya bosen melihatnya, makanya saya ingin buktikan suatu saat kembali ke kampus itu. Lihat kubawa data, GDP kita naik. Itulah misi saya, karena balas dendam ini, buktikan bahwasanya negara kita bisa,” tutup CEO Kasihsolusi itu.

Pelatihan Generasi Melek Digital (Genmatic) di Pendopo Trenggalek itu juga mendapatkan tanggapan positif dari peserta pelatihan. Seperti halnya Ria Husna. Salah satu konten kreator lokal itu menyampaikan “menurut saya materi pelatihan tadi terlalu mendaging banget. Sebagai konten kreator saya mencari hook, hook itu dari berbagai konten di sosial media. Tapi hari ini saya mendengarkan dari ahlinya langsung yang di impi-impikan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Ini membantu banget dan berguna banget, untuk teman-teman UMKM, teman-teman konten kreator semuanya terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Harapannya acara-acara seperti ini harus lebih banyak lagi. Biar kami masyarakat Trenggalek bisa terbuka, banyak ide baru. Bukan hanya sekedar bikin konten tapi hook, hooknya sehingga konten kita lebih banyak dilihat orang,” harap Ria.
(tgx.har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *