Tulungagung, indonesiatodays.net – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharuddin, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama dan buka puasa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (20/2). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga relawan pemenangan.
Momentum tersebut tidak sekadar seremoni potong tumpeng, melainkan refleksi atas perjalanan satu tahun pemerintahan. Bupati Gatut menegaskan bahwa amanah yang diberikan masyarakat harus diwujudkan melalui kerja konkret, bukan sekadar janji politik.
“Setahun ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Apa yang sudah berjalan baik akan kami tingkatkan, dan yang kurang akan segera diperbaiki,” ujarnya.
Selama kurun waktu tersebut, sejumlah capaian pembangunan mulai terlihat, khususnya di sektor infrastruktur.
Pemerintah daerah mencatat penanganan jalan kabupaten sepanjang 34,50 kilometer, perbaikan sembilan unit jembatan, serta rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 9,68 kilometer.
Di bidang sosial dan ekonomi, program yang menyentuh langsung kebutuhan warga juga terus digencarkan. Gerakan Pangan Murah telah menjangkau 19 kecamatan, 11 pasar rakyat direvitalisasi, serta bantuan langsung tunai disalurkan kepada warga miskin ekstrem dan penyandang disabilitas. Selain itu, sebanyak 94 gedung sekolah turut diperbaiki guna mendukung kualitas pendidikan.
Tercatat 1.040 warga rentan miskin dan 385 penyandang disabilitas telah menerima bantuan. Pemerintah kabupaten juga menyatakan dukungan terhadap program prioritas nasional, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, serta persiapan Sekolah Rakyat.
Menariknya, pada tahun 2026 anggaran penanganan jalan mencapai Rp318 miliar, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Nilai tersebut disebut hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata anggaran sebelumnya.
Bupati pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan. “Partisipasi publik sangat penting. Jika ada dugaan penyimpangan, segera sampaikan agar bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia mengingatkan bahwa kontestasi politik telah usai. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu untuk membangun Tulungagung secara bersama-sama.
Suasana kebersamaan dalam peringatan sederhana tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi lintas sektor. Pemerintah berharap semangat kolaborasi tetap terjaga demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tulungagung.












