Trenggalek, indonesiatodays.net – Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., bersama dengan Pokja IV PKK dan Kader Kesehatan Desa Dawuhan melakukan tinjauan distribusi makanan bagi ibu hamil beresiko tinggi dan anak stunting. “Dapur Cinta” (Dapur Cegah dan Atasi Stunting) yang digagas Novita hadir bukan hanya sebagai upaya pengentasan stunting, melainkan juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil beresiko tinggi dan lansia yang membutuhkan dukungan.
Dapur Cinta bermula dari inisiatif SMS Bu Novita (Masak Bareng Sama Bu Novita), di mana Novita berbagi praktik baik memasak bersama masyarakat untuk menularkan resep masakan bergizi. Tujuan utama program ini adalah menciptakan kreativitas dalam memasak makanan bergizi yang disukai anak-anak, tanpa mengesampingkan nilai gizinya. PKK Trenggalek bahkan telah mendokumentasikan resep-resep tersebut untuk dibagikan ke PKK di tingkat kecamatan dan desa.
Novita, seorang Master of Economic UIN SATU, menjelaskan, “Hari ini kita melakukan pemberian makanan tambahan yang dimasak oleh kader kesehatan melalui Dapur Cinta. Ada ibu yang baru melahirkan, ibu hamil beresiko tinggi, dan anak stunting yang kita berikan makanan gratis setiap hari.”
Proyek ini juga melibatkan pemantauan langsung oleh Novita, seperti yang terlihat saat ia memonitor distribusi makanan di Desa Dawuhan. “Tujuannya adalah kami sebagai perwakilan pemerintah Kabupaten Trenggalek ingin menaati tugas kami, yaitu hadir untuk masyarakat. Kami ingin hadir dalam perumusan anggaran dan dirasakan oleh masyarakat.”
Dapur Cinta tidak hanya memberikan makanan gratis, tetapi juga berusaha mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, dengan menjamin bahwa makanan yang disediakan bergizi. Novita menegaskan, “Tahun ini, sampai dengan tahun depan, kita merencanakan untuk merangsang dan membiasakan mereka memakan makanan bergizi, sehingga di tahun ketiga mereka sudah terbiasa bahwa makanan yang tidak bergizi tidak baik bagi tubuh.”
Inisiatif Dapur Cinta tidak hanya menjadi solusi konkret untuk masalah gizi dan stunting, tetapi juga menjadi cermin komitmen pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat, membawa kasih sayang dan manfaat nyata bagi warga setempat.












