Indonesiatodays.net.
Meski tidak dilahirkan secara biologis dari Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., merasa tidak bisa lepas dari Trenggalek. Dianggapnya sosoknya yang sekarang lahir dari Trenggalek.
Sosok ini memang dilahirkan di Kota Surabaya, 35 tahun yang lalu, namun kedekatan, kelekatan dan perjuanganya bersama dengan masyarakat Trenggaleklah yang mengantarkannya menjadi sosok yang sekarang.
“Saya rasa saya harus ditampar berkali-kali, dimatikan berkali-kali untuk bisa menjadi diri saya yang sekarang. Sehingga momen kebangkitan saya, momen lahirnya saya yang kedua kali. Kabupaten Trenggalek yang turut serta mencetak DNA yang baru ini,” kata Novita Hardini dalam peringatan hari ulang tahun ke-35 nya, Minggu (23/11) di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Masih menurut anggota DPR RI, Komisi VII itu, “DNA perempuan yang tahu tujuannya, apa yang harus diperjuangkan. Bagaimana bisa melihat bentuk cinta lain tentang mata anak-anak, harapan yang ada di mata anak-anak. Kemudian harapan yang ada di mata perempuan, terus juga tangisan mereka, keluhan mereka, kebahagiaan mereka maupun senyum mereka,” imbuhnya.
Itu sudah mengisi hampir 10 tahun terakhir ke saya dan saya rasa Kabupaten Trenggalek melahirkan saya dengan DNA sebagai perempuan pejuang. “Sehingga tidak ada saya tanpa Kabupaten Trenggalek, Tidak ada Indonesia tanpa Kabupaten Trenggalek. Dan dimoment hari ulang tahun saya ini, saya mendoakan sebaik-baiknya untuk keselamatan Kabupaten Trenggalek,” tandas Novita Hardini.
Penggiat Perempuan dan UMKM itu lebih memilih merayakan hari ulang tahunnya secara sederhana di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek bersama orang orang terdekatnya. Bukan bersama para pejabat, Novita Hardini memilih merayakan ulang tahun bersama keluarga, orang-orang disekitarnya, pelaku UMKM, Penggerak PKK Desa dan juga para relawan perempuan. Memilih mereka, karena selama ini mereka dianggap ikut andil dalam perjalanan hidup dan perjuangannya.
(Tgx.har)












