Nilai “Rapor” untuk Dapur MBG, Trenggalek Siapkan Sistem Pengawasan Baru Demi Makanan Bermutu

Indonesiatodays.net Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek bersiap memasuki babak baru. Bukan hanya soal menu atau distribusi, kini setiap dapur pelaksana yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal mendapatkan semacam “rapor” berkala.

Ya, rapor. Seperti murid di sekolah, dapur-dapur MBG nantinya akan dinilai dengan sistem skor berjenjang A, B, hingga C. Langkah ini disiapkan Satgas MBG Trenggalek untuk menggantikan pola pengawasan lama yang dinilai masih berjalan sendiri-sendiri, tiap sektor jalan sendiri tanpa gambaran utuh.

“Selama ini monitoring masih per sektor, mulai dari kesehatan, perdagangan, hingga aspek teknis lainnya. Ke depan kita buat yang komprehensif,” ujar Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, dr. Sunarto.

Menurutnya, sistem terpadu ini penting agar kualitas setiap dapur bisa diukur secara adil dan jelas. “Ibaratnya kita kasih rapor. Nanti SPPG punya nilai yang bisa dilihat secara kuantitatif,” tambahnya.

Tak Cuma Nilai, Ada Rekomendasi Perbaikan

Sistem skor ini dirancang tidak hanya untuk memberi cap kualitas. Lebih dari itu, ia menjadi alat bedah masalah. Jika sebuah dapur mendapat nilai rendah, maka akan langsung terlihat titik kelemahannya: apakah dari aspek keamanan pangan, ketepatan gizi, kebersihan, hingga tata kelola operasional.

“Misalnya nilainya sekian, maka kita tahu kekurangannya di mana. Dari situ keluar rekomendasi perbaikan,” jelas dr. Sunarto.

Dengan begitu, pengawasan tidak berhenti di angka. Ia berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan.

Persaingan Sehat Antar Dapur

Uniknya, sistem “rapor” ini juga disulap menjadi ajang persaingan positif. Adanya peringkat atau ranking diharapkan memicu setiap dapur MBG untuk terus meningkatkan mutu.

“Kalau ada ranking, tentu jadi bahan evaluasi. Harapannya bisa memacu perbaikan kualitas,” imbuh dr. Sunarto.

Persaingan sehat ini, lanjutnya, justru akan menguntungkan penerima manfaat, karena setiap dapur berlomba-lomba menyajikan makanan yang lebih baik.

Segera Diterapkan

Saat ini, konsep sistem pengawasan terintegrasi tersebut masih dalam tahap finalisasi. Rencana penerapannya telah dibahas dalam rapat Satgas MBG yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Trenggalek.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menegaskan, langkah ini penting untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar prosedur. Mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian—semuanya harus sehat, aman, dan bebas efek samping.

“Prinsipnya kita ingin memastikan MBG di Trenggalek ini sehat, aman, tidak ada efek samping, dan benar-benar bermanfaat,” tegas dr. Sunarto.

Dengan sistem rapor yang segera diterapkan, masyarakat Trenggalek tak hanya kenyang lewat MBG, tapi juga mendapat jaminan bahwa setiap suapan yang diberikan benar-benar terjaga mutunya.(hr)

Penulis: HrEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *