Munjungan Dominasi Tingkat Partisipasi Tertinggi Pada Pemilu 2024 di Trenggalek

TRENGGALEK, Indonesiatodays.net – Tingkat partisipasi pemilih di Trenggalek pada Pemilu 2024 mengalami kenaikan sedikitnya, diangka 1,56% dibandingkan Pemilu 2019.

Berdasarkan data sementara KPU Trenggalek, tingkat partisipasi pemilih untuk Pilpres 2024 mencapai 81,94%, sedangkan pada Pilpres 2019 hanya 80,38%.

Komisioner KPU Trenggalek, Nurani, mengatakan bahwa kenaikan partisipasi pemilih ini tergolong wajar karena Pilpres dan Pileg selalu memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dibandingkan Pilkada.

“Kenaikan seperti ini menurut kami biasa saja, Karena memang untuk pileg, Pilpres ini tingkat partisipasinya selalu tinggi dibanding Pilkada, Karena untuk partisipasi pemilih Pilkada 2020 (68%) dan Pilkada 2014 (67%),” ujar Nurani.

Pileg lebih identik dengan calon yang selalu bersinggungan langsung dengan para pemilih.

“Jenis surat suara yang dipilih lebih banyak dan calonnya juga jauh lebih banyak. Jadi bagi kami ya hal yang wajar bukan suatu hal yang istimewa,” Imbuhnya.

Dari segi sebaran, partisipasi pemilih Kecamatan Munjungan, masih terus mendominasi dari tahun ke tahun dan disusul kecamatan Gandusari dan kecamatan Bendungan. Sedang tingkat partisipasi terendah berada di Kecamatan Dongko dengan angka 78%.

Meskipun mengalami sedikit kenaikan partisipasi pemilih, namun masih ada sekitar 20% pemilih yang tidak menggunakan hak pilih mereka. Alasan mereka tidak memilih cukup beragam, mulai dari kendala administratif, teknis, hingga ideologis.

“Kendala administratif seperti tidak terdata di DPT, tidak mendapatkan undangan memilih, atau C Pemberitahuan. Kendala teknis seperti sedang panen, waktunya kerja, dan lain sebagainya. Kendala ideologis seperti menganggap calon-calon yang ada tidak membawa perubahan, atau menganggap Pemilu tidak berkaitan dengan nasib mereka,” kata Nurani.

“Ada juga segmen kecil yang tidak memilih karena alasan ideologis, menganggap pemilu tidak membawa perubahan, dan tidak berkaitan dengan nasib mereka. Namun, segmen ini sudah jarang,” Pungkas Nurani.

Namun KPU Trenggalek akan terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu-pemilu mendatang. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *