Malang, indonesiatodays.net Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan optimismenya bahwa keberadaan koperasi berbasis masjid akan memperkokoh fondasi perekonomian rakyat Indonesia.
Saat berada di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu, Menkop Ferry menjelaskan bahwa koperasi masjid memberikan manfaat besar bagi masyarakat, di antaranya membuka akses keuangan bagi umat yang kesulitan modal usaha, serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh melalui pembentukan koperasi masjid akan menjadikan ekonomi umat sebagai tiang penopang ekonomi bangsa yang berdaya dan saling memberdayakan demi kesejahteraan bersama,” ujar Ferry.
Meski demikian, pembangunan koperasi masjid menghadapi sejumlah tantangan. Kunci keberhasilannya adalah penerapan laporan keuangan yang transparan, pembagian hasil usaha yang mengedepankan prinsip keadilan, dan penyusunan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sistem pengelolaan koperasi masjid harus profesional dan sesuai dengan prinsip syariah, yaitu tanpa riba, dan bebas dari penipuan atau manipulasi,” tegasnya.
Apabila prinsip syariah diterapkan secara maksimal, koperasi berbasis masjid diyakini mampu menjadi badan usaha yang mendapatkan kepercayaan penuh dari seluruh masyarakat. Bahkan, sebagian keuntungan koperasi masjid dapat dialokasikan untuk kegiatan yang memberikan dampak kesejahteraan sosial, seperti beasiswa anak yatim, penyelenggaraan kegiatan sosial, dan dakwah.
Pemerintah, lanjut Ferry, terus mendorong koperasi berbasis masjid menjadi bagian dari kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan nasional. Hal ini bertujuan untuk mencapai ekonomi yang tangguh, selaras dengan prinsip dan nilai spiritual.
Selain itu, pemerintah juga berupaya merelaksasi berbagai regulasi yang menghambat operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inisiatif ini ditujukan untuk mengarahkan kembali ekonomi Indonesia menuju semangat ekonomi konsumsi yang lebih inklusif.
“Pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat UMKM di Indonesia,” pungkas Menkop Ferry. ( red..)












