Berita  

Kuatkan Ekosistem Promosi Pariwisata di Daerahnya, Novita Hardini Anggota DPR RI Komisi VII, Hadirkan Pelatihan Berbasis Digital

Indonesiatodays.net.
Luar biasa upaya Novita Hardini SE., ME., anggota DPR-RI Dapil VII Jatim untuk memajukan daerahnya. Untuk  menguatkan ekosistem promosi pariwisata di daerahnya, anggota Komisi VII itu menggandengan mitra kerjanya untuk memberikan pelatihan berbasis digital untuk masyarakat Trenggalek.

Tidak tanggung tanggung, 2 pelatihan dari 2 Kementrian  berbeda digelar dalam kurun waktu yang hampir bersamaan di Trenggalek. Semua itu dibaktikan untuk masyarakat Trenggalek.

Untuk Kementrian Ekonomi Kreatif pelatihan Generasi Melek Digital (Genmatic) digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Minggu pagi (16/11). Genmatic sendiri merupakan event Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif  yang dirancang khusus untuk para kreator, pebisnis digital, dan profesional muda yang ingin naik level di era ekonomi kreatif yang penuh tantangan ini.

Sementara untuk Kementrian Pariwisata RI menggelar pelatihan promosi event nasional berbasis digital di Hotel Hayam Wuruk, Trenggalek, Sabtu Siang (16/11). Tujuannya tentu untuk menguatkan ekosistem promosi pariwisata di Kabupaten Trenggalek dengan melibatkan pelaku ekonomi kreatif, media masa, event organizer maupun unsur-unsur yang lainnya.

Menginisiasi pelatihan ini, Novita Hardini, Anggota DPR RI Komisi VII yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek itu mengatakan “tujuan utamanya tentu menguatkan ekosistem promosi pariwisata dan juga menguatkan potensi-potensi pendapatan bagi anak-anak daerah yang menggeluti industri kreatif di sektor -sektor pariwisata,” ucap Founders UPRINTIS Indonesia itu.

Salah satunya, sambung Novita menambahkan “industri kreatif yang erat kaitannya dengan sektor pariwisata. Yang berhubungan dengan hiburan, budaya dan rekan-rekan EO. Jadi ini penyelenggaraan bimbingan teknis penguatan event berbasis digital. Saya ingin outputnya sebenarnya, bagaimana teman-teman pelaku event ini bisa bertransformasi ke digital. Contohnya kaya dulu kita bisa mengenal platform-platform, kita cetak kita tempel di mana-mana. Nah sekarang kita bisa menggunakan media sosial,” tambahnya.

Bukan hanya di situ saja, tapi saya ingin teman EO ini bisa memanfaatkan sumberdaya alam pariwisata, desa wisata kita, menjadi ladang pekerjaan bagi mereka. Mereka bisa menjual paket-paket dan juga bisa mengorganisir kerjasama pariwisata antarkota/ antar kabupaten. Contohnya Trenggalek dengan Magetan, Trenggalek dengan Ponorogo dan dengan kabupaten-kabupaten lainnya. “Tentu harapannya menjadi satu sistem yang membantu bapak bupati untuk bisa mencapai visi misinya kedepan yaitu meningkatkan PAD Trenggalek, terutama di sektor pariwisata” tandasnya.

Ditanya mengenai pentingnya digitalisasi, Novita Hardini menambahkan penting sekali tentunya karena kita bisa menghemat operasional. Yang tadinya cetak, hanya sekedar diposting saja, tentunya menjadi tidak sekedar posting. Sosial media itu ada rumusnya, dan rumusnya itu agar penonton bisa baca, agar penonton bisa klik, membeli inikan ada ilmunya. Dan untuk ilmunya itu dibagikan hari ini.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mendampingi istrinya dalam pelaksanaan pelatihan ini menambahkan “jadi rumusnya itu harus ada kata miris. Jadi miris secantik ini kok tidak dikunjungi. Seperti itu banyak yang ngeklik pasti. Kemudian kena prank, saya kira biasa saja ternyata secantik ini. Termasuk mereka-mereka ini yang a where terhadap digital, termasuk berkontribusi maju dan tidaknya Trenggalek,” tambahnya.

Jadi begini, pemerintah sudah mengambil satu langkah memperlebar devisit, tapi kemudian merealokasikan kepilihannya adalah perpariwisataannya. Karena diharapkan pariwisata punya multi player efek.

Tapi pariwisata yang teraktivasi itukan banyak rumusnya. Satu poin to poin destinasinya, harus ada transportasi. Kita getol meskipun uji coba diprotes sana sini. Ada yang tidak berkenan, bla-bla-bla karena ini ijin trayeknya mana-mana kita terobos saja. Kita pakai angkutan pariwisata.

Kemudian kedua aktivitynya, dalam hal ini event. Makanya event-event kreator yang di Trenggalek ini kita libatkan, sehingga nanti ketika ada pembangunan yang dibiayai oleh APBD, olah sumber-sumber dana apakah pinjaman atau apa, itu nanti kemudian menjadi tempat yang hidup.

Kemudian bisa lagi memberikan umpan balik kepada penguatan ekonomi. Kalau ekonominya sudah kuat, otomatis masyarakat belanja. Kalau masyarakat belanja, otomatis pendapatan daerah akan bertambah.

Jadi sebenarnya itu yang kita harapkan dan kalau pendapatan atau fiskal kuat maka pelayanan infrastruktur, sosial, kesehatan, pendidikan dan semuanya bisa terdanai dengan optimal. Jadi ini salah satu strategi, semoga kita bisa bangkit karena Trenggalek sejak Covid 2019-2021 hingga sekarang, kondisi pariwisatanya belum 100% pulih. Tetapi jalannya sudah membaik, kita lihat trafik di media sosial sudah mengasosiasikan bahwa mungkin bahwa capital citynya di Selatan Jawa untuk ngomongin pariwisata di Jawa Selatan.

Salah satunya kita bisa merefer Trenggalek, apalagi dengan adanya bandara dan segala macam. Momentum ini harus kita ambil, makanya semua pelaku wisata termasuk konten kreatornya sekarang kita create bagaimana nanti antara destinasi, kemudian atraksi, termasuk revitalisasi itu bisa menjadi satu kesatuan.

Untuk revitalisasi kita tetap fokusnya ke yang paling dekat sama bandara dan dekat dengan calon jalan tol, tentu di Watulimo. Ada beberapa Sekmen dan tentu yang bisa kita sentuh adalah wilayah-wilayah yang memungkinkan kita bangun. Dalam arti aset pemerintah. Memang banyak spot-spot cantik yang bukan milik pemerintah, tetapi untuk menggelontorkan itu APBD atau apa butuh tantangan admistrasi yang tidak gampang. Jadi kita fokuskan yang memang kita punya kekuatan.

“Kita juga ada kekuatan sejarah di daerah kota. Khususnya agak ke Utara sedikit. Kita punya Dilem Wilis, yaitu Heritage Belanda dengan tekhnologi kopi yang futuristik. Energinya menggunakan energi terbarukan. Nah inikan sesuai dengan visi kita, yang akan kita coba monetisasi lebih lanjut untuk bisa lebih berkembang,” tandas Mas Ipin.

Melengkapi pernyataan Bupati Trenggalek, Novita Hardini menambahkan, “tapi itu semua tidak bisa sendiri, butuh masyarakat menarasikan itu, menyebarkan itu termasuk menjadi bagian dari pelaku,” tutup Master of Economic UINSATU ini.
(Tgx.har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *