TRENGGALEK, Indonesiatodays.net – Komisi pemilihan umum (KPU ) perlu kerja keras dalam menjalani tahapan Pilkada serentak tahun 2024, terlebih waktu pelaksanaan Pemilu dan Pilkada hanya berselang beberapa bulan sehingga sosialisasi dan pendidikan pemilih bisa menjadi kunci suksesnya pesta demokrasi lima tahunan utamanya dalam peningkatan partisipasi masyarakat.
“Sosialisasi dan pendidikan pemilih harus berkolaborasi dengan multi stakeholders. Di mana, sosialisasi pemilih harus diperkuat oleh penyelenggara Pemilu, baik mulai dari KPU, PPK, PPS ,” kata Nurani Komisioner KPU Trenggalek dalam memberikan materi Sosialisasi dan Pendidikan pemilih, Minggu 2/6/2024.

Nurani mengatakan, selain sosialisasi yang harus diperkuat, pendidikan pemilih juga perlu menjadi fokus dari semua jajaran penyelenggara pilkada demi menciptakan partisipasi pemilih lebih baik.
“Agar pendidikan pemilih bisa cermat dan tepat sasaran, penyelenggara harus memberi peran dengan menggandeng berbagai kalangan, khususnya yang memiliki kepedulian terhadap pilkada,” terangnya.
Menurut pria kelahiran Watulimo tersebut, isu strategis pertama terkait sosialisasi dan partisipasi masyarakat adalah hak partisipasi; kedua desain pilkada inklusif, ketiga bentuk-bentuk partisipasi yang menyeragamkan payung hukum di tingkat daerah, keempat sosialisasi dan pendidikan pemilih, kelima terkait pemantauan, keenam PKPU yang bisa menjadi instrumen transparansi dan akuntabilitas. ketujuh KPU sebagai pusat pengetahuan dan juga pusat data koordinasi ataupun kerjasama dengan pihak-pihak lain dan terakhir memaksimalkan penerapan dan pemanfaatan teknologi informasi yang efektif.
“Pendidikan pemilih ini akan bisa menyumbangkan banyak isu strategis termasuk metode memanfaatkan kearifan lokal yang ada dimasing-masing wilayah”, ujar Nurani.
Lebih lanjut Nurani menyampaikan, penyelenggara hendaknya bisa membedakan antara Sosialisasi dengan Pendidikan pemilih. Sosialisasi adalah memberikan informasi, misal tahapan, kapan pemilihan dilakukan siapa saja calonnya. Namun pendidikan pemilih adalah memberikan edukasi terhadap pemilih agar punya kesadaran pentingnya memilih pemimpin sesuai hati nurani demi kemajuan.

“Hal yang harus disikapi penyelenggara dalam pilkada 2024 adalah tingkat partisipasi pemilih yang selalu rendah dibandingkan dengan pemilu legislatif maupun presiden,” pesannya.
“Mencerdaskan pemilih yang bermartabat, berkualitas dan berintegritas adalah bagian dari tugas penyelenggara dalam pendidikan pemilih,” imbuhnya
Editor: Redaksi Indonesiatodays












