Berita  

Kapolres Tulungagung Tebar 5.000 Benih Ikan Tombro di Sungai Gesikan, Dorong Kesadaran Lingkungan Warga

Tulungagung indonesiatodays.net.Upaya melestarikan ekosistem air terus digalakkan Kepolisian Resor Tulungagung. Kamis, 23 Oktober 2025, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi kembali memimpin kegiatan penebaran 5.000 benih ikan tombro di Sungai Parit Agung, Desa Gesikan, Kecamatan Pakel.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forkopimcam Pakel, perangkat desa, serta warga setempat. Penebaran benih ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Polres Tulungagung untuk mendukung pelestarian sumber daya alam dan memperkuat kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melakukan penebaran bibit ikan tombro di kali Ngrowo. Ini bentuk apresiasi Polres Tulungagung untuk desa-desa yang telah memiliki Perdes pelestarian lingkungan hidup,” ujar AKBP Taat di lokasi kegiatan.

Menurut Kapolres, Desa Gesikan menjadi salah satu contoh baik karena telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian lingkungan hidup, yang antara lain melarang praktik meracun atau menyetrum ikan di sungai.

“Harapannya sungai ini makin lestari. Karena itu, kami tebar 5.000 ekor ikan tombro — jenis ikan lokal yang alami, tidak predator, dan tidak invasif. Semoga dapat berkembang biak dan memberi manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

AKBP Taat menambahkan, hingga saat ini terdapat sepuluh desa di Kabupaten Tulungagung yang telah memiliki Perdes pelestarian lingkungan. Polres berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa di desa-desa tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan lokal menjaga ekosistem air.

“Sebelumnya kita tebar ikan di Desa Kendalbulur, dan hari ini di Gesikan. Nanti akan kita lanjutkan di desa lain yang memiliki Perdes serupa dan lingkungannya terjaga,” kata dia.

Program penebaran ikan ini tak sekadar simbolis. Ia menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam merawat sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Di tengah maraknya kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, langkah sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa pelestarian alam bisa dimulai dari sungai di sekitar rumah.
(red.yl/enk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *