Berita  

Jejak Asap di Desa Sawo Tulungagung Dugaan Limbah B3 Mengusik Warga, Pengawasan Tak Menyentuh Lokasi

Tulungagung, indonesiatodays.net – Dusun Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, terlihat tenang dari kejauhan. Namun, di balik ketenangan itu, sebagian warga hidup dalam kekhawatiran. Sebuah tumpukan material misterius di area belakang pabrik menciptakan asap tebal berbau menyengat, yang menurut warga terjadi secara rutin saat aktivitas pengolahan berlangsung. Dugaan limbah B3 pun mencuat, sementara pengawasan pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai minim dan lamban.

Liputan investigasi ini menelusuri mulai dari suara warga, pernyataan aparat desa, langkah DLH, hingga potensi risiko kesehatan dan lingkungan yang mungkin timbul.

Sore hari di Dusun Buret, bau asap menyebar tipis di udara. Murti (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga yang rumahnya hanya berjarak puluhan meter dari pabrik, menuturkan bahwa asap ini sering muncul pada jam tertentu.

“Kalau ada aktivitas, asapnya keluar tebal dan baunya menusuk hidung. Anak-anak sampai pusing,” katanya.

Sekitar sepuluh keluarga tinggal dekat lokasi. Mereka mengaku tidak memiliki perlindungan dari kemungkinan paparan polutan, sementara aktivitas industri tetap berjalan.

Seorang warga lain menambahkan bahwa warna material berubah ketika hujan turun, meninggalkan noda kehitaman di saluran air, yang memunculkan kecurigaan bahwa material itu bukan pasir biasa.

Kepala Desa Sawo, Warsito, menyatakan bahwa material tersebut adalah pasir besi. Namun ia mengaku tidak pernah meninjau lokasi secara langsung dan hanya mengandalkan laporan kasun. Alasan pribadi, karena sama-sama bergerak di bidang mineral, membuat Warsito merasa tidak pantas turun langsung ke pabrik.

Sikap ini menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas pengawasan pemerintah desa. Warga menilai, pengawasan seharusnya bersifat independen, bukan bergantung pada kedekatan profesi dengan pengusaha.

Selain itu, ketidaksesuaian informasi, antara material yang disebut pasir besi dan ketidaktahuan pemiliknya, menimbulkan kesan bahwa pemerintah desa tidak memiliki data valid tentang aktivitas industri di wilayahnya.

Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung melakukan inspeksi setelah aduan warga. Mereka mengambil sampel air tanah di sekitar lokasi untuk mengetahui adanya potensi pencemaran. Menurut Reni, staf DLH, proses pengujian laboratorium masih berlangsung.

“Kami sudah ambil sampel air sebagai bukti awal, tapi hasil laboratorium belum keluar,” ujarnya.

Ketiadaan hasil laboratorium membuat warga tetap hidup dalam ketidakpastian. Dugaan limbah B3 tetap menjadi kekhawatiran yang membayangi aktivitas sehari-hari mereka.

Limbah B3 dikenal memiliki potensi merusak kesehatan dan lingkungan. Paparan jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pernapasan, kulit, dan kontaminasi air tanah. Di Desa Sawo, warga yang tinggal dekat lokasi tumpukan material menghadapi risiko tersebut, terutama anak-anak dan lansia.

Selain itu, aktivitas pembakaran atau pengolahan material yang tidak jelas prosesnya dapat menghasilkan polutan udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Pemerintah desa mengaku tidak pernah meninjau lokasi secara langsung, laporan hanya diterima dari kepala dusun, sehingga ada potensi bias.

DLH sudah melakukan inspeksi, namun hasil uji laboratorium belum diumumkan.

Kesenjangan ini memperlihatkan lemahnya kontrol terhadap aktivitas industri di tingkat desa, yang seharusnya menjadi ujung tombak perlindungan warga dan lingkungan.

Masyarakat Dusun Buret berharap pemerintah desa, DLH, dan pihak terkait melakukan langkah tegas, memastikan jenis material melalui uji laboratorium yang transparan. Menentukan apakah aktivitas pengolahan aman atau berisiko. Menetapkan langkah mitigasi, termasuk jarak aman dari pemukiman dan prosedur penanganan limbah.

Murti menegaskan, “Kami hanya ingin kepastian. Kalau aman, beri tahu. Kalau berbahaya, segera ditindak.”

Tanpa langkah tersebut, warga Dusun Buret tetap hidup dalam ketidakpastian, diapit antara aktivitas industri dan potensi ancaman limbah yang belum teridentifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *