Jadi Penguji Eksternal UKK DKV SMKN 11 Malang, Korbid Digital SMSI Malang Raya Tekankan Pentingnya Portofolio dan Sikap di Dunia Kerja

Indonesiatodays.net. Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sering kali dianggap sebagai akhir dari masa studi.

Padahal, ujian yang panduan dan naskah soalnya resmi dikeluarkan oleh Kemendikdasmen ini justru merupakan gerbang pembuka menuju realitas industri yang sesungguhnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Kreasi Media Institute sekaligus praktisi industri kreatif, Arvendo Mahardika, S.Pd. M.M., saat menjadi penguji eksternal UKK jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 11 pada Selasa hingga Kamis, 7-9 April 2026.

Dalam sesi penutupan ujian, pria yang juga menakhodai redaksi AboutMalang.com ini membagikan pandangannya terkait kesiapan para siswa.

Pria yang juga Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya ini secara khusus mengapresiasi sistem sekolah yang memfasilitasi spesialisasi siswa berdasarkan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) mereka.

“Hari ini saya mengujinya happy sekali. Kenapa? Karena kalian dipersilakan untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan di tempat PKL. Yang dulu PKL di video, bikin video. Yang di percetakan, bikin desain cetak. Sekolah ini sudah mewadahi spesialisasi kalian dengan luar biasa,” ungkap Arvendo di hadapan para siswa kelas XII.

Lebih lanjut, sosok yang merupakan Sekretaris Jaringan Pemred Promedia Jawa Timur ini mendorong para lulusan SMK untuk tidak menyia-nyiakan karya produktif yang telah mereka hasilkan selama tiga tahun belajar.

Karya-karya tersebut merupakan “amunisi” berharga agar mereka tidak perlu merintis karier dari nol.

Arvendo menyarankan agar karya terbaik dari tugas sekolah maupun hasil magang segera dikurasi dan dipublikasikan.

“Gunakan karya kalian ini untuk portofolio. Terus upload di sosial media, entah itu di Instagram, Behance, atau platform freelance seperti Fiverr,” pesan Arvendo.

Menyinggung soal dunia kerja, penyandang gelar magister manajemen inovasi dari Universitas Ma Chung ini memberikan pandangan yang realistis.

Bagi mereka yang memilih langsung bekerja dan menunda kuliah, ia mengingatkan bahwa dunia industri bukanlah tempat untuk bersantai.

“Jangan dikira kerja itu terus santai-santai. Justru setiap kerja itu adalah UKK yang sebenarnya. Kalian benar tidak bisa memotong presisi? Bisa tidak membuat buku dengan rapi? Ujian kompetensi kalian sesungguhnya adalah di dunia nyata,” tegasnya memberikan gambaran realitas industri.

Selain keterampilan teknis, Arvendo juga menyoroti pentingnya penguasaan teori dasar dan kemampuan komunikasi.

Lulusan sarjana pendidikan teknik informatika dari Universitas Negeri Malang ini menceritakan pengalamannya saat mengetes pemahaman siswa mengenai hakikat DKV, yang bukan sekadar aktivitas menggambar belaka.

Seorang desainer, menurutnya, harus mampu menjelaskan bahwa karya mereka adalah upaya merancang pesan visual agar dapat dinikmati dan tersampaikan dengan unik serta tepat sasaran.

Pemahaman inilah yang akan membuat perusahaan atau klien yakin untuk merekrut mereka.

Di akhir pesannya, Arvendo memberikan kesimpulan yang menohok soal kunci utama bertahan di dunia profesional.

“Apapun pekerjaan kalian nanti, urusan pekerjaan itu sebenarnya bukan soal skill siapa yang paling baik. Tapi bagaimana kalian membawa diri kalian. Bahwa kalian itu berharga, dan layak dihargai. Selamat datang di dunia nyata, lampaui mimpi kalian,” pungkasnya.

Dalam proses pengujian tersebut, ia tak sendirian. Arvendo ditemani Jagad Marsela Eka Putri, S.Hum., yang merupakan jurnalis sekaligus content specialist.

Penulis: SmsiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *