Internasional, indonesiatodays.net – Israel akan kerahkan 300 ribu tentara cadangan dalam konflik mereka dengan Hamas, gerakan perlawanan Palestina. Tindakan ini juga disertai dengan perintah kepada penduduk Jalur Gaza untuk meninggalkan wilayah tersebut, menandakan persiapan yang mungkin untuk serangan darat terhadap Hamas.
Mengutip dari Antara, para milisi Hamas masih berada di wilayah Israel, dua hari setelah melancarkan serangan mengejutkan dengan menyusup dari Jalur Gaza, yang menyebabkan sekitar 700 warga Israel tewas dan puluhan lainnya disandera. Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan balasan di Gaza yang telah menewaskan sekitar 500 warga Palestina di wilayah yang dikuasai oleh Hamas sejak Sabtu.
Blokade Israel juga diperketat untuk mencegah makanan dan bahan bakar minyak (BBM) memasuki wilayah berpenduduk 2,3 juta jiwa tersebut. Laksamana Muda Daniel Hagari, Kepala Juru Bicara Militer Israel, mengumumkan bahwa mereka berhasil merebut kembali permukiman-permukiman yang sebelumnya diduduki oleh Hamas. Namun, pertempuran sporadis masih terjadi di beberapa wilayah.
Pemanggilan lebih dari 300 ribu tentara cadangan dalam waktu dua hari ini telah memicu spekulasi luas bahwa Israel mungkin berencana melakukan serangan darat ke Gaza. Hagari menyatakan, “Kami belum pernah memanggil tentara cadangan sebanyak ini sebelumnya. Kami akan melakukan serangan.”
Sementara itu, warga Palestina telah diperingatkan oleh aparat keamanan Israel untuk segera meninggalkan Gaza karena kemungkinan tentara akan melancarkan operasi militer di wilayah tersebut. Eskalasi konflik ini semakin memprihatinkan, meningkatkan kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang lebih luas di kawasan tersebut. (len/ant/red)












