Trenggalek indonesiatodays.net Duka menyelimuti Kabupaten Trenggalek pada Minggu (29/3/2026) setelah dua jenazah lanjut usia (lansia) ditemukan di lokasi berbeda dalam kawasan hutan. Kedua korban diketahui sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tersesat akibat kondisi pikun atau demensia.
Kasus ini menyoroti risiko besar yang dihadapi lansia dengan gangguan ingatan, terutama ketika berada di lingkungan terbuka tanpa pendamping.
Ditemukan 15 Kilometer dari Rumah
Jenazah pertama ditemukan di kawasan hutan Desa Suren Lor, Kecamatan Bendungan. Korban bernama Nandim (80), warga Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo.
Kapolsek Bendungan, Rudi Sugiarto, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh warga yang sedang mencari rumput.
“Awalnya saksi mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, ditemukan tubuh korban dalam kondisi tergeletak dan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Korban diketahui telah hilang sejak 21 Maret 2026 dan diduga berjalan tanpa arah akibat demensia. Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 15 kilometer dari rumahnya.
Dari hasil pemeriksaan awal oleh petugas kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menyimpulkan bahwa korban kemungkinan meninggal akibat kelelahan, kelaparan, serta hipotermia setelah tersesat di hutan dalam waktu cukup lama.
Hilang Usai Ziarah Makam Jelang Idul Fitri
Sementara itu, jenazah kedua ditemukan di kawasan Tebing Manik Oro, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak. Korban adalah Wagini (86), warga setempat yang sebelumnya juga dilaporkan hilang selama lebih dari sepekan.
Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas dan relawan setempat setelah warga melaporkan temuan jenazah pada sore hari.
Kepala Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa korban sebelumnya hilang usai pulang dari ziarah makam menjelang Idul Fitri.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Ancaman Tersesat bagi Lansia dengan Gangguan Ingatan
Dua peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra terhadap lansia dengan demensia, terutama di momen-momen ramai seperti menjelang hari raya.
Kondisi yang rentan terhadap disorientasi tempat dan waktu membuat mereka sangat berisiko jika beraktivitas sendirian di lingkungan yang asing atau sulit dijangkau.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak meninggalkan lansia dengan gangguan ingatan tanpa pendamping, terutama di area terbuka atau kawasan hutan












