Trenggalek indonesiatodays.net Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek menggelar pembahasan lanjutan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ketenagakerjaan, Senin (2/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara,
S.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan fraksi-fraksi terhadap raperda yang dinilai sejalan dengan visi Bupati untuk mewujudkan Trenggalek yang adil dan makmur.
“Alhamdulillah, fraksi-fraksi sejauh ini mendukung raperda ini. Harapannya, pembahasan bisa berjalan lancar karena ini sejalan dengan visi Pak Bupati,” ujar Syah Muhammad Natanegara di kantor DPRD Trenggalek.
Namun, saat ditanya mengenai besaran anggaran untuk jaminan sosial dan tenaga kerja, ia mengaku belum dapat memastikan. “Itu nanti kita belum tahu karena ini masih usulan raperda. Setelah diproses menjadi perda, baru akan muncul angkanya. Kita belum bisa pastikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati juga menyampaikan keprihatinan atas situasi geopolitik di Timur Tengah yang sedang memanas. Ia mendoakan keselamatan seluruh jemaah umroh asal Trenggalek, termasuk Bupati dan Ibu Bupati yang saat ini sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci. “Kita doakan bersama, semoga situasi di Timur Tengah segera membaik, dan warga Trenggalek yang sedang umroh bisa pulang dengan selamat. Dari informasi yang kami terima, tidak ada pesawat yang melintas di sekitar Timur Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa raperda tersebut akan dibawa ke Pansus 3 untuk pendalaman lebih lanjut. “Setelah itu, kita harmonisasi di provinsi dan selanjutnya diundangkan menjadi peraturan daerah. Harapan kami, perda ini inklusif, bisa mewadahi semua disiplin ketenagakerjaan, baik formal maupun informal. Contohnya, pekerja informal seperti bakul sayur juga bisa mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan,” kata Doding.
Mengenai situasi pemulangan jemaah umroh, Doding mengaku masih menunggu kepastian jadwal penerbangan akibat kondisi yang belum kondusif. “Tadi malam kami saling berkontak, menunggu jadwal penerbangan. Mudah-mudahan segera ada, asalkan tidak ada lagi gangguan. Yang paling banyak tertahan di Qatar.
Harapannya hari ini atau besok ada kepastian, tapi tampaknya belum ada penerbangan. Semoga jika situasi kondusif, penerbangan segera dibuka,” pungkasnya.
(har)












