Trenggalek, indonesiatodays.net – Pada Rabu, 15 November 2023, Bupati Trenggalek secara langsung mengawasi implementasi program “Makaryo Ning Desa Hebat (Mening Deh)” di Desa Suren Lor, Kecamatan Bendungan. Sebagai langkah nyata untuk menekan angka stunting, Bupati Trenggalek memantau Dapur Cinta (Dapur Cegah dan Atasi Stunting), yang telah terbukti efektif dalam memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) dan mendukung upaya penurunan stunting di Kabupaten Trenggalek.
Dapur Cinta, yang awalnya ditujukan untuk menangani stunting, kini diperluas cakupannya untuk mencakup ibu hamil berisiko tinggi dan lansia. Bupati Trenggalek mengungkapkan komitmennya terhadap program ini dengan mengatakan, “Program sudah kita launching, kita pingin program ini betul-betul jalan.” Beliau secara aktif memastikan bahwa setiap desa memiliki Dapur Cinta, dan mengevaluasi pelaksanaannya, termasuk pengantaran makanan dan frekuensinya.
“Pemberian makanan tambahan (PMT) melalui Dapur Cinta ini dirasa sangat efektif menekan angka stunting di Kabupaten Trenggalek. Termasuk ini dari Dinas Perikanan juga memberi paket makanan, mendukung gerakan gemar ikan,” ujar Bupati. Beliau tidak hanya fokus pada stunting, tetapi juga mencakup penanganan ibu hamil dan lansia, sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam tinjauannya, Bupati Trenggalek menyampaikan, “Goalnya kita pinginnya mengatasi kemiskinan ekstrem bisa 0 persen. Terus juga prevalensi stunting turun di bawah 14% sesuai target nasional.” Meskipun target nasional adalah di bawah 14%, beberapa desa di Trenggalek bahkan sudah mencapai angka di bawah 6%, menunjukkan keberhasilan upaya tersebut.
Untuk mendukung program Gemar Ikan (Gerakan Memasyarakatkan Gemar Memakan Ikan), Kepala Dinas Perikanan, Cusi Kurniawati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membagikan 40 paket Gemar Ikan untuk 40 balita stunting di Kecamatan Bendungan. Setiap paket berisi berbagai produk ikan, seperti lele segar, ikan asap, abon ikan, bakso ikan, nuget ikan, dan kerupuk kalsium. Ini merupakan upaya konkret untuk menurunkan angka stunting melalui perbaikan gizi di tingkat lokal.
Selain itu, penyuluh KB Kecamatan Bendungan turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting. “Alhamdulillah dari penyuluh KB bekerjasama dengan lintas sektor, termasuk dari Puskesmas, kemudian dari desa bantuan PMT ke sasaran stunting sangat-sangat luar biasa,” ungkapnya.
Program Dapur Cinta mendapatkan respon positif dari penyuluh KB, yang mengakui dampak positif kegiatan tersebut terhadap anak-anak dan sasaran stunting. Semua pihak berharap bahwa upaya ini dapat menjadi tonggak keberhasilan dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat di Kabupaten Trenggalek.












