Blitar, indonesiatodays.net – Pihak kepolisian Resor Blitar Kota sedang menyelidiki temuan bayi yang meninggal dunia di dalam kamar indekos di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Ahmad Rochan, temuan tersebut bermula dari laporan warga yang mendengar suara tangisan bayi di dalam kamar indekos pada Senin (1/5) sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah pemilik indekos mencoba memasuki kamar yang dihuni R (22), warga Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, mereka menemukan bayi yang ternyata sudah meninggal dunia. R kemudian mengakui bahwa bayi itu adalah anaknya dan diserahkan ke polisi.
Menurut keterangan R kepada polisi, ia memiliki pasangan yang berinisial RO dan sedang bekerja di Sumatera sejak Januari 2023. Mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun dan berencana menikah pada Oktober 2023. Selama pasangan R bekerja di Sumatera, mereka masih terus berkomunikasi. Namun, R tidak mengatakan bahwa telah melahirkan. Selain itu, selama hamil R juga tidak pernah memeriksakan kandungannya.
R melahirkan pada Senin (1/5) sekitar jam 19.30 WIB di dalam indekos tanpa ada yang membantu. Saat dilahirkan, bayi tersebut sempat menangis, namun bayi tidak mau minum dan diletakkan di kasur. Pada saat diletakkan di kasur, bayi masih bernafas, namun tidak lama kemudian bayi terdiam dan tidak bernafas.
R merasa lemas dan tertidur. Sekitar pukul 01.00 WIB, R mengetahui bahwa bayinya telah meninggal dunia. R kemudian tidur kembali dan sekitar pukul 10.00 WIB, membersihkan diri dan membersihkan darah bekas melahirkan di kamar. Kemudian, R meninggalkan bayi di dalam kamar indekos dengan pintu dikunci dari luar.
Menurut Rochan, pemilik indekos menemukan bayi dengan posisi tertutup jaket dan perlak dengan posisi wajah masih terlihat. Sekitar jam 14.00 WIB, R pulang ke rumah orangtuanya di Kecamatan Panggungrejo dengan tujuan membelikan beras ibunya dan bayi ditinggal di dalam kamar dengan pintu dikunci dari luar. Sekitar jam 15.00 WIB, pemilik indekos menghubungi R dan memintanya kembali ke indekos.
Saat ini, polisi masih terus mengusut kasus tersebut. “Yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di unit PPA dan jasad bayi dibawa ke rumah sakit untuk visum.” Pungkas Rochan. (Len)












