Berita  

Larung Sesaji Pantai Kunang, Panggul Berujung Ricuh, Warga Kecewa

Indonesiatodays – Massa yang merupakan gabungan dari masyarakat yang berasal dari beberapa RT di Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Trenggalek menggelar aksi mendatangi Rumah Kepala Desa dan Salah satu rumah perangkat desa, Selasa 8/7/2025, malam

Aksi tersebut dilakukan oleh warga untuk memprotes praktik dalam pelaksanaan kegiatan Larung Sesaji Pantai Kunang, Panggul yang tidak sesuai rangkaian acara yang disusun warga bersama panitia.

Dengan berubahnya rangkaian acara yang mendadak yang dipandu oleh MC baru salah seorang perangkat desa Nglebeng  dan yang bersangkutan bukan MC yang ditunjuk oleh panitia, masyarakat merasa direndahkan dan diremehkan, Ungkap Pak Put Tokoh warga setempat.

“Dengan rubahnya MC secara mendadak akhirnya acara sakral yang telah direncana oleh warga lewat panitia tidak bisa terlaksana,” terangnya

Pak Put mengatakan, karena kegiatan tersebut dihadiri dari pihak Forkopimda dan Anggota DPRD Trenggalek, masyarakat setempat menilai apa yang dilakukan oleh salah seorang perangkat desa dalam kegiatan tersebut menjadikan tanda tanya, ada apa ini….?

“Masyarakat merasa sikap yang dilakukan Perangkat yang menjadi MC dadakan tersebut mencoreng dan merendahkan niat tulus dan suci warga setempat dalam Larung Sesaji Pantai Kunang,” terangnya kepada Indonesiatodays melalui sambungan selulernya.

Put menegaskan, kegiatan Larung Sesaji itu adalah kegiatan sakral yang dilakukan dengan penuh hikmat. Jangan sampai hilang nilai kesakralanya karena mekanisme yang tidak sesuai perencanaan.

Masih menurut Pak Put, Kami menilai apa yang dilakukan perangkat desa Nglebeng dalam Larung sesaji itu sebagai bentuk tidak ada rasa hormat kepada warga. Hal itu akhirnya memicu kemarahan warga.

“Makanya Panitia bersama-sama warga mendatangi Kediaman Kades dan salah satu perangkat untuk meminta kejelasan dari apa yang Ia lakukan saat Larung Sesaji tersebut, sayang mereka tak mau menemui dan diduga justru lari dari kenyataan untuk mencari aman,” pungkasnya

Dilain pihak tokoh pemuda Rud, mengatakan kedatangan warga itu bukan untuk menggulingkan Pemerintah desa bukan, tetapi ingin mengklarifikasi kenapa acara sesakral dalam Larung Sesaji itu kok berubah dalam waktu sekejap tidak sesuai apa yang telah disusun dan direncanakan oleh panitia.

“Kami hanya ingin klarifikasi karena acara sesakral itu Jangan sampai asal asalan dan agar tidak terjadi lagi di acara berikutnya, sayang yang bersangkutan tidak bisa ditemui,” jelasnya

Rud menambahkan karena dirasa suasana semakin malam semakin memanas maka perwakilan warga duduk diskusi bareng bersama pihak Polsek Panggul.

Sampai berita ini diturunkan belum ada titik temu atas permasalahan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *