Upaya PKK dan Pemkab Trenggalek dalam Menjaga Kesehatan Mendapat Apresiasi dari Tim Verifikasi Lapang Kader Posyandu Berprestasi Nasional

Novita Hardini

Trenggalek, indonesiatodays.net – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima penghargaan dari salah satu tim verifikasi lapangan kader posyandu berprestasi tingkat nasional tahun 2023 atas upaya mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat. Tim verifikasi tersebut, yang dipimpin oleh Luci Fransisca Situmorang, memberikan apresiasi saat meninjau langsung Posyandu Krebet, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari.

Menurut Luci Fransisca Situmorang, langkah-langkah yang diambil oleh Trenggalek sejalan dengan program Kementrian Kesehatan. “Yang sehat memang terus harus dijaga untuk terus sehat,” ujarnya. Sejak tahun 2021, Trenggalek melaksanakan program “Yang Sehat Yang Dibayar,” yang memberikan insentif kepada masyarakat kurang mampu yang berhasil menjaga kesehatannya.

Salah satu fokus program tersebut adalah “Dapur Cinta,” yang merupakan bagian dari upaya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Trenggalek. “Dapur Cinta” adalah akronim dari Dapur Cegah dan Atasi Stunting dan Lansia. Menurut verifikator lapang, program ini merupakan langkah positif dalam mendukung program pemerintah. “Kesuksesan Posyandu dan program pemerintah tidak lepas dari peran PKK,” kata verifikator Kementerian Kesehatan.

“Dapur Cinta” adalah implementasi dari program Sareng Masak Sama Bu Novita (SMS Bu Novita), yang merupakan kegiatan memasak bersama yang diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini. Menurut Novita, stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga karena anak-anak tidak mau makan dan kurangnya kreativitas orang tua dalam menciptakan menu makanan yang disukai anak.

Novita Hardini aktif mengajak masyarakat untuk masak bersama sebagai solusi. “Kami bersama dengan Pokja PKK terus berkeliling untuk masak bersama dengan masyarakat. Tujuannya agar mereka kreatif menciptakan menu makanan bergizi yang disukai anak, tanpa harus mahal,” ucap Novita Hardini.

PKK Trenggalek juga telah membuat buku resep beragam menu masakan yang disukai anak beserta informasi kandungan gizinya. Selain itu, pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk menyediakan makanan bergizi bagi balita stunting, ibu hamil berisiko tinggi, dan lansia melalui program Dapur Cinta.

Novita Hardini menyampaikan, “Mulai bulan November, setiap jam makan siang kita membeli makanan bergizi di warung, dan warung akan mendistribusikan kepada masyarakat.” Meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran, Trenggalek mengajak masyarakat yang mampu untuk bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan di sekitar mereka, sebagai bentuk solidaritas dalam mencegah stunting dan mengatasi kemiskinan ekstrem.

Penulis: LendraEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *