Berita  

Tekat Novita Hardini Anggota DPR RI Dapil  VII Jatim Galakkan Program Perempuan Sarinah

Oplus_16908288

Indonesiatodays.net.

Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, Novita Hardini SE., ME., kian getol menggalakkan program Perempuan SARINAH yang merupakan padanan kata dari Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah. Tidak hanya mencoba membangun ketahanan dan kemandirian pangan melalui optimalisasi perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), Keberadaan Perempuan SARINAH bisa mendorong peran perempuan menjaga lingkungan serta mempercepat visi misi Bupati Trenggalek Net Zero Carbon.

Menurut Master of Economic UINSATU itu saat mengunjungi KWT Mawar Desa Jambu, Kecamatan Tugu, PR nya Trenggalek harus menjadi pembeda dari kabupaten-kabupaten lain. Dimana mereka mengeruk kekayaan alam sebanyak banyaknya tapi kita justru sebalikknya ingin menjaga alama ini agar bisa tetap lestari. Ekploitasi kekayaan alam mungkin tidak dinikmati semua kalangan atau akan dirasakan oleh masyakat sekarang namun bagaimana dengan anak cucu mendatang.

Kemudian saat ini bencana alam terjadi dimana-mana. Semua ini dikarenakan alam yang sudah mengalami kerusakan. Ketika sudah terjadi bencana, maka harta yang kita kumpulkan akan menjadi sia-sia. Maka dari itu selain menjaga alam ini agar tetap terjaga Bupati Trenggalek berkomitmen untuk bisa menyelesaikan masalah sampah. Untuk itu mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., anggota Komisi VII DPR-RI menggagas program Perempuan SARINAH yang merupakan padanan kata dari Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah. Kelompok Wanita Tani (KWT) disasar untuk bisa menjadi pioner dari program ini.

Selain menjadi penggerak dilingkungan ya untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman sayur, KWT didorong Novita untuk bisa menyelesaikan masalah sampah organik dan limbah. Sampah organik dari setiap rumah tangga, kemudian juga dapur MBG dan yang lainnya harapannya tidak menjadi masalah lagi, karena diolah menjadi pupuk organik oleh KWT.

Tentunya dengan mengolah sampah organik ini menjadi pupuk, harapannya tentu kebutuhan pupuk mereka terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya lagi. Kemudian bila pasokan pupuk ini lebih bisa dijual ke petani dengan harga murah dan terjangkau. Sehingga keuntungannya selain memenuhi kebutuhan pupuk sendiri juga dapat menambah penghasilan dari KWT itu sendiri.

Selain sampah organik peran KWT juga diharapkan dalam mengurai limbah minyak goreng agar tidak mencemari lingkungan. Ternyata yang kita tidak pahamk, limbah minyak goreng ini bernilai ekonomis. Bila siswa sekolah diminta perannya sangu sampah, sedangkan ibu-ibu fokus pada sampah organik dan limbah, dengan begitu harapannya masalah sampah di Trenggalek bisa 0 sampah.

Ditanya mengenai hal ini, Anggota DPR-RI Komisi VII itu menegaskan “Perempuan SARINAH ini kita ingin membangun ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, ketahanan perempuan – perempuan yang ada di daerah melalui pangan. Kita berharap apakah ada tantangan resesi ataupun inflasi itu tidak mempengaruhi masyarakat untuk bisa makan,” ucap Novita Hardini, Jum’at (14/2).

Kedua kita menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir. Karena kita tahu Trenggalek itu rawan juga dengan bencana karena bentuk geografis kita. Jadi sebisa mungkin kita bergotong royong melibatkan semua elemen termasuk juga peran perempuan dalam menjaga lingkungan untuk mengenolkan sampah.

Jadi sampah itu kita sudah bagi peran, siapa yang mengolah sampah. Dari minyak jelantah siapa yang mengolah sampah non organik dan siapa yang mengolah sampah organik. Untuk sampah organik ini salah satunya dari dapur-dapur rumah tangga, dari dapur-dapur SPPG, dapur-dapur dari hasil produksi pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Trenggalek. Ini kan juga lumayan banyak, nah itu harus diolah kembali, tidak boleh dibakar. Harus dijadikan pupuk atau dijual kepada pengepul.

“Harapannya ekonominya tumbuh bagi kelompok-kelompok perempuan. Lingkungannya hijau, terus kita lebih cepat mencapai visi misi bapak bupati Net Zero Carbon,” tutupnya. (TGX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *