Berita  

Pelestarian laut Terus Di Gencarkan ,Mas Syah Pelindo Konserversi Terumbu Karang Di Pantai Mutiara

Trenggalek. indonesiatodays.net.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara bersama dengan Pelindo Sub. Regional Jawa melakukan konservasi terumbu karang di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial dan lingkungan yang dilakukan Pelindo.

 

Trenggalek dipilih menjadi tempat untuk dilaksanakan pelestarian terumbu karang ini karena sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian KKP, Pantai Mutiara memiliki konsen untuk hal tersebut. Ada sebanyak 2.273 terumbu karang yang ditanam dengan m nggunakan 3 media tanam. Yang pertama  media tanam meja sebanyak 1 meja, kemudian media Bioreeftek 2 media dan media tanam Fish House 2 media tanam.

 

Purwanto Wahyu Widodo, Sub. Regional Head Jawa, Pelindo saat penanaman terumbu karang ini mengatakan, “hari ini kita melaksanakan kegiatan seremonial untuk pelestarian terumbu karang di Pantai Mutiara. Ini merupakan program tahunan dari CSR kami di Pelindo di Regional III Sub. Regional Jawa,” katanya, Selasa (20/1/2026).

 

Kenapa kok dipilih di Pantai Mutiara, salah satu pejabat Pelindo itu menerangkan “karena memang pantai ini salah satu pantai yang direkomendasikan oleh Kementerian KKP untuk konservasi terumbu karang,” imbuhnya.

“Harapannya tentu apa yang kita laksanakan ini bisa lestari, bisa berkembang. Tentunya kami akan melakukan evaluasi 6 hingga 1 tahun. Dimana ini kita anggap berhasil kita akan lanjutkan di periode-periode yang akan datang,” tutup Wahyu.

 

Sementara itu Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara yang ikut terlibat langsung dalam penanaman terumbu karang ini menambahkan, “kami berharap ini bisa berhasil dan ini bisa benar-benar membantu rehabilitasi terumbu karang khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek. Kita juga mengundang dari berbagai pihak, untuk melakukan hal yang sama dengan Pelindo, bersama-sama dengan Kabupaten Trenggalek dan juga masyarakat Kabupaten Trenggalek menjaga alam kita,” ucapnya.

 

Insya Allah hampir setiap tahun kita melakukan hal seperti ini. Kalau tidak salah dalam kurun satu tahun itu bisa 2 hingga 3 kali, melakukan hal ini bersama dengan berbagai macam pihak untuk penanaman terumbu karang khususnya di Pantai Mutiara. Dan ini menjadi salah satu pusat pengendalian ekosistem terumbu karang yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Maka dari itu kita minta support dari berbagai pihak, agar kegiatan ini bisa menjadi rutinitas  di Pantai Mutiara,” harap Mas Syah.

 

Kemudian Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono menjelaskan, “Alhamdulillah mulai dari tahun 2006 sampai sekarang, kita merehabilitasi terus terumbu karang secara berkelanjutan. Untuk pertumbuhannya, 1 tahun itu untuk yang 3-4 cmitu pertumbuhannya bisa 9 cm per tahun,” imbuhnya

Untuk yang mulai tahun 2006, itu sekarang sudah ada yang berdiameter 1 meter lebih.

 

Sehingga untuk perkembangbiakan di plankton sama ikan kecil dan ikan karang itu sudah banyak yang masuk. Bahkan dulu yang yang ikannya sempat keluar, sekarang sudah ada yang kembali ke habitatnya.

Manfaat yang dirasakan oleh nelayan, menurut Ketua Pokmaswas ini ketika cuaca atau gelombang tinggi di Teluk, nelayan sekitar bisa mancing atau bahkan tebar jaring di area tidak jauh dari lokasi konservasi ini.

 

Ketua Pokmaswas itu berharap, pemerintah terus bisa mensupport mereka pada kegiatan di bawah air. Khususnya untuk konservasi terumbu karang. Selain itu juga partisipasi donatur lainnya diharapkan bisa berkelanjutan sehingga konservasi terumbu karang ini bisa terus dapat dilestarikan, tandasnya.

(TGX.pro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *