Indonesiatodays.net.
Komunitas kerukunan lintas umat beragama mengadakan sradah untuk mengenang sri rajapatmi gayatri atau kirim doa. Bersama KH Amu sidig amanah pengasuh pondok pesantren al badru alaina ngantru tulungagung. Selain di hadiri oleh forkompincam para kepala desa se kecamatan ngantru dan. Hadir pula para pelaku kebudayaan, dan 19 komunitas penghayat seluruh Tulungagung (26/12/2025)
Sekitar 200 hadirin memadati aula, acara di awali dengan sholawatan dan di teruskan lantunan tembang agung kidung rumekso ing wengi serat sunan kalijogo. pembacaan teks pancasila. Di teruskan dengan kirab pusaka. spirit dari acara sradah adalah kerukunan terhadap sesama, Dengan semboyan bhineka tunggal ika.
Menurutnya penggalian nilai pancasila melaluli pemahaman yang sangat mendalam oleh para pendahulu. Pengambilan nilai berketuhanan dan berkemanusiaan adalah nilai yang universal. Yang oleh KH Amu sidig amanah di bahasakan dengan hablumninallah dan hamblunminas.
Panitia konsorsium sradah menjelaskan, pentingnya mengenang dan menghormati para leluhur sebagai pendiri nilai peradaban yang dengan susah payah mereka bangun. kesadaran Generasi sekarang jangan samapi terputus spiritnya dengan leluhur. Jika suatu generasi sudah tercerabut dari akar sejarahnya, maka tunggu saat kehancurannya.
Penyajian entertain sradah sangat epik, nuansa menjadi sakral dan hikmad dengan alunan gamelan. Puncak acara di isi dengan memanjatkan doa dari masing masing tokoh agama. Mendoakan untuk keutuhan dan kemakmuran indonesia.
Harapan dari para simpatisan kegiatan budaya ini, semoga terus berjalan sebagai agenda tahunan, untuk mengenang budaya dan mendorong kesadaran masyarakat. Bahwa kirim doa ke leluhur itu penting karena dalam pandangan kosmologi antara jagad alit dan jagad agung itu merupakan satu kesatuan.
(tho)












